<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000</id><updated>2011-12-30T03:40:27.276+07:00</updated><category term='Puncak Penanggungan'/><category term='Puncak Lawu'/><category term='poto_poto'/><category term='tips menangani gigitan ular'/><category term='mendaki  Argopuro'/><category term='gunung Wilis'/><category term='Puncak welirang'/><category term='kapan Semeru.....'/><category term='Puncak Arjuno'/><category term='Gunung Batur'/><category term='hypothermia'/><category term='Trip to Lawu'/><title type='text'>kamiseorangmuslim</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-7015196604340120502</id><published>2009-10-14T21:21:00.007+07:00</published><updated>2009-11-22T11:38:46.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Batur'/><title type='text'>Gunung Batur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gunung Batur adalah sebuah gunung yang berada di tengah2 bekas kawah sebuah gunung yang sangat besar, ini terlihat dari dinding-dinding bekas kaldera yang tinggi menjulang mengelilingi gunung Batur tersebut, terdapat pula sebuah danau yang tidak begitu luas yang terlihat sangat jernih airnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gunung Batur mempunyai ketinggian kurang lebih 1717 mdpl, sedikit lebih tinggi dari &lt;a href=http://senjasenyap.blogspot.com/search/label/Puncak%20Penanggungan&gt;gunung Penanggungan &lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXfuvL0euI/AAAAAAAAAMA/qrpN1JaNBfw/s1600-h/PA100572.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392462122879056610" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXfuvL0euI/AAAAAAAAAMA/qrpN1JaNBfw/s320/PA100572.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 238px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 317px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sabtu 10 Oktober &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;am 5.0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;0 sore saya bersama seorang teman bersiap-siap untuk berangkat menuju lokasi pen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kian gun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ung Batur yang terletak di daerah wisata Kintama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ni, dengan mengendarai sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;motor kami berangkat, tiba di daerah Kintamani sek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;itar pukul tujuh malam udara begitu dingin menyambut kami dan kabut membalut pandangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari ketinggian bukit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kintamani kami turun menyusuri jalan berkelok-kelo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;k untuk menuju kaki gunung Batur di mana kami akan mendirikan sebuah tenda untuk ngec&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;amp karena kami merencanakan pendakian jam 4 pagi supaya bisa sampai dipuncak pada pagi ha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ri dan bisa menikmati sunrise di puncak Batur, kami sempat bertanya pada seorang pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;milik warung tentang rute pendakian dan tempat ngecamp yang bagus, setelah mendapat informasi kami langsung menuju tempat tersebut dan mendirikan t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;enda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Suasana malam begitu gelap karena rembulan belum mau muncul Cuma ri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;bua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;n bintang tampak bertaburan menghias langit, dengan lagak bagaikan artis kami saling&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXhR9Rnp5I/AAAAAAAAAMI/uRKO2OEJ0tg/s1600-h/et.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392463827468527506" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXhR9Rnp5I/AAAAAAAAAMI/uRKO2OEJ0tg/s320/et.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; berpose untuk mengabadikan moment-moment tersebut, setelah bikin kopi kami bersiap untuk istirahat karena menjelang subuh kami akan mulai pendakian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Udara malam tidak begi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tu dingin ini disebabkan karena bulan-bulan ini memang bukan bulan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dimana suhu udara sangat dingin kgususnya di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXplQPcy0I/AAAAAAAAAMQ/oiHp4Y-D6K0/s1600-h/PA100393.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392472955070237506" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXplQPcy0I/AAAAAAAAAMQ/oiHp4Y-D6K0/s320/PA100393.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pegunungan, sejenak kami r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ebah d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ngan sedikit obrolan maka kamipun tertidur, jam setengah dua saya terbangun, terdengar di kedalaman hutan pinus suara burung malam yang terus bernyanyi, saya mencoba bangkit karena merasa sudah tidak bisa memejamkan mata lagi, terdengar suara nafas teratur dari temanku pertanda tidurnya pulas, aku bangkit keluar berjalan menjauh dari sebuah tenda kulihat gugusan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;gunung batur yang tampak hitam tersamar gelap malam seolah – olah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXq3X_maoI/AAAAAAAAAMY/n5CKtrqr7ss/s1600-h/PA100517.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392474365900515970" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXq3X_maoI/AAAAAAAAAMY/n5CKtrqr7ss/s320/PA100517.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;berteriak memanggil untuk segera dicumbui. Malam sepi yang begitu indah, tampaknya rembulan mulai nampak dari rimbunan pohon-pohon pinus, sungguh susana malam yang selalu kunantikan dimana banyak orang yang tidak pernah menyadari untuk berinteraksi dengan alam seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jam tiga kami packing membongkar tenda dan melanjutkan perjalan untuk menuju titik awal pendakian yang terletak di sebuah pura, disini kami meninggalkan motor untuk memulai menaiki Batur yang masih tertidur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setapak demi setapak kujejakkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kaki menyusuri jalan berpasir di tengah-tengah gelap malam hutan pinus, tak kusangka fisik saya terasa lemah sehingga belum ada setengah perjalanan nafas sudah ngos-ngosan itu karena saya tidak pernah melatih fisik saya, hingga teman dengan sukarela mencoba bergantian membawa keril saya, sungguh luar biasa lereng Batur berpasir yang menandakan gunung ini masih aktif dan track yang kami ambil ini lumayan menanjak, saya merasa sangat lambat dan payah tidak seperti mendaki gunung-gunung sebelumnya, hingga beberapa dari pendaki  mendahului saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Waktu sholat subuh sudah masuk dan saya sholat tepat di lereng yang berbatu, selesai sholat kami lanjutkan perjalanan, sebenarnya saya berpikir dan membayangkan bahwa perjalanan masih jauh hingga sebentar kemudian kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sudah berada di puncak, ternyata gunung ini sangat pendek tidak yang seperti saya bayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kami menyaksikan matahari terbit di ufuk timur, dan terlihat pula puncak gunung Rinjani lombok serta gunung Agung yang tampak menjulang, kami berjalan mengitari bibir kawah  yang sangat curam dan terlihat beberapa dapur&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXr1PDR72I/AAAAAAAAAMg/CceGB3cyd4Q/s1600-h/PA100565.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392475428651921250" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXr1PDR72I/AAAAAAAAAMg/CceGB3cyd4Q/s320/PA100565.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kawah kecil yang mengeluarkan  kepulan asap, ternyata di puncak banyak sekali para pendaki yang rata-rata wisatawan asing yang sudah tua-tua, setelah puas berkeliling dengan potret sana –potret sini kami mulai untuk turun gunung dan ternyata di puncak Batur terdapat sebuah gua yang konon kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;seorang porter yang kebetulan bertemu dengan kami di gua tersebut mengatakan bahwa goa tersebut tembus sampai Goa lawa, yang jelas perlu pembuktian untuk membenarkan perkataanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah beristirahat di bawah pohon pinus kami melanjutkan perjalanan turun dan langsung tancap gas untuk pulang…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://senjasenyap.blogspot.com/search/label/mendaki%20%20Argopuro&gt;Gunung Argopuro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://senjasenyap.blogspot.com/search/label/Puncak%20welirang&gt;Gunung Welirang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://senjasenyap.blogspot.com/search/label/gunung%20Wilis&gt;Gunung Wilis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://senjasenyap.blogspot.com/search/label/Puncak%20Arjuno&gt;Gunung Arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-7015196604340120502?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/7015196604340120502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=7015196604340120502&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/7015196604340120502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/7015196604340120502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/10/gunung-batur.html' title='Gunung Batur'/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StXfuvL0euI/AAAAAAAAAMA/qrpN1JaNBfw/s72-c/PA100572.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-4571262430062999794</id><published>2009-04-15T07:34:00.001+07:00</published><updated>2009-04-15T07:37:55.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendaki  Argopuro'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purnama di Danau Argopuro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulan merekah dipunggung Argopuro, perlahan cahaya yang bersih menyapu hijau lebat dedaunan hutan. Malam begitu sepi dan dingin, melarutkan kami dalam suatu arti…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUMSSl7YyI/AAAAAAAAAKY/A9vBCRCBIBE/s1600-h/DSC02072.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUMSSl7YyI/AAAAAAAAAKY/A9vBCRCBIBE/s320/DSC02072.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324675642803577634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam begitu dingin dan gelap&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ter&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ngkap oleh saputan cahaya rembulan purnama ketika saya bersama teman – teman bersia&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;p untu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;k membuat makan malam di sebu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ah pinggir danau di atas ketinggian 2022 mdpl. Ya mal&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;m ini kami nge-camp di sebuah basecamp bagi para pendaki gunung Argopuro, Danau Taman Hid&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;p, telaga yang tidak begitu luas dan hampir menyerupai rawa-rawa. Tapi tempat ini sungguh&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;luar biasa selain terletak diatas ketinggian, danau&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; ini dipagari dengan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; lebatnya hutan tropis&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dan di saat &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak ada kabut maka akan terlihat dua puncak gunung yang bersebelahan yang saya perkirakan yang tertinggi adalah puncak Rengg&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;anis, di saat tidak ada kabut pada waktu sore maka sinar matahari akan menyiraminya dengan cahayanya yang keem&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;asan dan akan memantulkan bayangan flip pada wajah danau yang tampak berkilauan. Sungguh tempat yang sangat alami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah makan malam bersama kami bersiap-siap untuk istirahat kar&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ena esok harinya kami akan melanjutkan pendakian menuju tit&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ik-titik pendakian yang sudah kami pelajari sebelumnya, malam ini sangat berat untuk dilalui dengan nyamannya istirahat, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena udara sangat dingin menembus tulang di samping rasa capek yang lumayan berat setelah start dari pos pertama desa Bremi kec. Krucil pada pukul delapan lebih sepuluh menit pagi kurang lebihnya dan nyampek kurang lebih pukul satu sore, sekitar lima jam perjalanan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Track ini begitu menanjak dan panjang, setelah melewati perkebunan masyarakat setempat maka kita akan menemui perkebunan damar setelah itu barulah masuk kedalam hutan tropis basah yang terdapat pohon-pohon yang sangat besar yang kemungkinan berumur ratusan tahun, track ini hampir sama dengan track gunu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ng Wilis, trac&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;k berupa jalan setapak yang licin dan banyak yang berupa bekas jalan air hujan dan sangat menanjak begitu pula dengan binatang-binatang penghisap darah (  pacet ) yang menjijikan banyak bertebaran men&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;unggu mangsanya. Sebenarnya kami memperkirakan daya tempuh track ini kurang lebih tiga sampai empat jam, tapi berhubung ada banyak kendala maka kami selesaikan dengan waktu yang sedikit membengkak, tapi alhamdulillah akhirnya medan yang berat ini bisa kami lalui dengan selamat hingga akhirnya rembulan mengiringi malam kami di danau Argopuro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi buta kami bangun untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, sholat subuh, saraf terasa tersentak ketika me&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nyentuh air untuk berwudhu. Setelah sarapan dengan beberapa biji kurma, kami packing dan bersi&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ap-siap untuk melanjutkan pendakian, kurang lebih jam enam kami start melanjutkan pendakian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi yang dingin dan sepi, b&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUHn7NJAXI/AAAAAAAAAKA/VyoBzWlANdU/s1600-h/DSC02070.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUHn7NJAXI/AAAAAAAAAKA/VyoBzWlANdU/s320/DSC02070.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324670516924580210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;au dedaunan dan tanah basah selalu tercium mengisi rongga paru-paruku yang mungkin sud&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ah usang, yah bau seperti inilah yang selalu kusuka di setiap saya menjejakan kakiku di pegunungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Track kali ini diawali dengan pepohonan yang banyak tumbang dijalanan yang lumayan sedikit mengganggu perjalanan karena harus merayap ataupun melompat, setelah itu kami memasuki hutan lumut dimana semua pohon di hutan ini penuh dengan tumbuhan lumut, track cenderung tidak menanjak, setelah itu melewati lereng-lereng yang banyak ditumbuhi tumbuhan perdu dan rumput yang sangat lebat dan tinggi sehingga harus menyibak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tumbuhan-tumbuhan tersebut untuk melewatin&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ya, track ini lumayan banyak menguras tenaga, karena banyak tumbuhan yang menutupi jalan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; setapak yang sangat menanjak, dari sini kita bisa melihat kelebatan hutan argopuro di sisi bawah dan kita bisa menyaksikan monyet-monyet hitam berlompatan dari satu dahan kedahan yang lain, sungguh pemandangan yang luar biasa. Setelah itu sampailah kami di sebuah celah antara dua gunung, saya sempat berpikir mungkinkah ini pertigaan dimana jalur  dari arah baderan bertemu, tapi akhirnya saya yakin dengan tanda-tanda yang di tinggalkan para pendaki sebelumnya dan setelah istirahat sebentar saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan, setelah terus berjalan jauh dengan melewati rumput-rumput yang rapat dan tinggi naik atau turun, kecemasan mulai menghampiri kami, karena asumsi kami bahwa kali putih di mana tempat yang kami ha&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rapkan airnya sudah kami lewati dan ternyata airnya kering karena hujan mulai jarang turun kece&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUJCbogHyI/AAAAAAAAAKI/XddbJCq9skc/s1600-h/DSC02146.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUJCbogHyI/AAAAAAAAAKI/XddbJCq9skc/s320/DSC02146.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324672071817502498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;masan mulai meningkat ketika kami berada di suatu cek&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ungan yang tampak seperti bekas sungai yang kering tidak ada air sama sekali dan kami cuma menemukan sedikit air di sebuah cekungan batu, air kotor terpaksa kami menyaringnya untuk persiapan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Medan semakin terasa berat memanjat lereng-lereng yang curam dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;banyak tumbuh-tumbuhan berduri yang bisa melukai kulit. Kaki semakin berat untuk melangkah dengan beban dipundak yang lumayan berat mataharipun semakin menyengat, akhirnya kami tiba di sebuah persimpangan, sebenarnya banyak kami menjumpai sebuah persimpangan tapi berbekal tanda yang di tinggalkan para pendaki sebelumnya maka kami bisa mengikutinya, nah dipersimpangan ini saya bingung karena mulai start d&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ari awal saya mengikuti tanda yang sama dan di persimpangan ini saya tidak menjumpai tanda tersebut melainkan saya menjumpai tanda dengan warna yang lain , saya berasumsi bahwa tanda ini adalah tanda yang di buat pendaki dari arah baderan, setelah kami lihat peta dan kompas sebenarnya arahnya adalah menuju ke arah kali putih ataupun cisentor, tapi kesalahan fatal telah saya lak&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ukan, saya berinisiatif untuk mengambil jalur kekiri yang menanjak yang bila di lihat jalur ini menuju puncak karena kami berada pada lereng puncak, ternyata setelah berjalan cukup lama dengan medan yang sungguh-sungguh menguras tenaga kami menemui lereng padang rumput yang sangat tinggi dan sulit untuk di tembus, di sinilah akhirnya pendakian terhenti dan di putuskan untuk turun karena stok air habis. Sebenarnya saat kami bergumul dengan beratnya medan terdengar suar&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a yang meneriaki kami bahwa kami salah jalur, tapi kami sungguh berada di suatu keadaan yang dilematis dan saat itu kami tidak tahu suara siapa gerangan atau mungkin suara jin yang baik hati ?:) , tapi akhirnya kelak kami ketahui bahwa suara tersebut adalah suara pendaki yang turun dari puncak dan melihat kami salah jalur tapi kami tidak bisa melihat posisi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya setelah berpikir sejenak dan dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk turun dan kami akhiri pendakian sampai di sini. Waktu menunjukkan pukul satu, kurang lebih sudah lima jam kami berjalan.                                                    . &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti biasanya perjalan turun lebih mudah dan lebih cepat dari mendaki meski lutut serasa bergetar menahan beban, sampai di &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;danau hidup di mana tempat kami nge-camp sebelumnya, hujan mulai turun membasahi bumi, memaksa kami terus melanjutkan perjalanan ke pos I.                                                                  .  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelap mulai menyelimuti pandangan kami, lampu senter  mulai kami nyalakan, dan kami menyusuri jalan setapak yang curam dan licin, sungguh perjalanan yang sangat menantang sekaligus perjalanan yang membuat saya harus menahan tawa karena tidak jarang teman-teman bahkan saya sendiri harus terpelanting bagaikan anak kecil yang baru bisa berjalan he…he…he…its so cool guys, so funy, and it’s joyful night.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setengah dua belas malam kami sampai di perkampungan, kami langsung menuju sungai guna membersihkan diri  dari lumpur ya&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUKQ_2qtZI/AAAAAAAAAKQ/F_BdYLZnneA/s1600-h/DSC02144.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUKQ_2qtZI/AAAAAAAAAKQ/F_BdYLZnneA/s320/DSC02144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324673421570389394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ng berlepotan di tubuh dan pakaian kami, seleasai bersih-bersih kami packing dan langsung bersiap untuk mencari penginapan ( maksudnya masjid atau musholah ). Malam itu desa bremi tidur dengan pulas berselimut udara malam yang dingin dan segar, kami berjalan perlahan membelah kesunyian malam a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lam desa, terlihat remang gunung Argopuro dengan lebat hutanya, dan suara gemercik air mengalir membelah kesunyian desa malam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam sudah sangat larut dan hampir mendekati pagi, di sebuah Masjid kecil desa Bremi kami beristirahat, tampaknya udara masih terasa sangat dingin meskipun jauh dibawah puncak sana, hal ini membuat saya tidak bisa memejamkan mata dingin sekali hingga akhirnya azdan subuh berkumandang dan kami menyambutnya dengan sholat berjamaah dengan beberapa warga.                                                                                          .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami istirahat di sini hingga sore hari karena angkutan yang bisa membawa kami ke Probolinggo adanya cuma dua kali yaitu sekitar jam sembilan pagi dan jam tiga sore, ka&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUOvdNyg8I/AAAAAAAAAKg/dagWX5YwtWg/s1600-h/DSC02101.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUOvdNyg8I/AAAAAAAAAKg/dagWX5YwtWg/s320/DSC02101.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324678342894584770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rena sengaja agar sampai di Surabaya malam hari maka kami lewatkan bus yang berangkat pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam setengah empat sore bus ¾ jurusan Bremi – Probolinggo bergerak merayap menjauh meninggalkan lokasi pendakian, kami berbarengan dengan beberapa pendaki lain yang baru turun juga, setelah ngobrol rupanya mereka tidak sampai kepuncak juga Cuma sampai Taman Hidup. Bus terus melaju membawa kami, perasaan kecewa sempat menggores dada saya ketika saya banyak ngobrol dengan sesorang yang mengaku sebagai porter gunung Argopuro, tapi biarlah karena setiap kegagalan berarti adalah pelajaran baru bagi saya untuk mencapai kesuksesan, yang jelas bukan hanya berada di puncak sebuah gunung saja yang menjadi tujuan kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Dedicated to my team, remember guys the mountain isn’t familiar place so prepare for everything before you climb it&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Special thanks to Allah swt and His Prophet, my mam who always loving me, my young brother and all may family, all my friends who knows me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;and  the earth lover&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-4571262430062999794?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/4571262430062999794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=4571262430062999794&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/4571262430062999794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/4571262430062999794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/04/bulan-merekah-dipunggung-argopuro.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUMSSl7YyI/AAAAAAAAAKY/A9vBCRCBIBE/s72-c/DSC02072.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-4732693279543144444</id><published>2009-03-14T04:16:00.007+07:00</published><updated>2009-04-14T05:46:23.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunung Wilis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SbrOBkCzD2I/AAAAAAAAAJY/JMJpZz0SjlI/s1600-h/EDIT.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SbrOBkCzD2I/AAAAAAAAAJY/JMJpZz0SjlI/s320/EDIT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312785236687523682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam empat sore saya be&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rs&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ma 6 orang teman sudah berkumpul disebuah Masjid yang telah kami tentukan untuk start &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menuju ke Gunung Wilis, setelah semua per&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;siapan beres kami langsung berangkat menuju&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; terminal Bungorasih. Hari mulai gelap kami menunggu waktu maghrib di sebuah Musholah di terminal tersebut, setelah selesai sholat berj&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;amaah maghrib dan sekalian menjamak sholat Isya karena kami akan melakukan perjalanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sore itu tanggal 7 Maret terminal Bungorasih sangat padat dengan calon penumpang, dan sepertinya setiap bus datang langsung penuh terisi oleh penumpang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hingga berjubelan, rupanya kami bepergian tepat dengan liburan atau tanggal merah selama dua hari sehingga penumpang begitu padat dan saling berebut untuk sekedar terbawa menuju tujuan ma&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sing – masing, begitu juga dengan kami sangat sulit menemukan bus yang kosong untu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;k membawa kami ke Tulung&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;agung, akhirnya setelah antri dan berebut dengan penumpang lain, kami akhirnya mendapatkan bus juga dan hal ini sangat menyita waktu sehingga molor dari jadwal waktu yang di tentukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam tujuh lebih duapuluh lima menit bus mulai merayap meninggalkan ratusan penumpang yang tampak menyemut menunggu bus – bus yang akan mengangkut mereka, suasana bus sangat panas dan sesak oleh puluhan penumpang hingga meskipun saya mendapatkan tempat duduk saya sangat sulit menggerakan kaki saya yang terjepit atau terkadang terinjak – injak penumpang lain yang berdiri berhimpitan apalagi saya membawa keril 120 liter. Di tengah perjalanan hujan deras dan gemuruh petir mengiringi laju bus yang kami kendarai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setengah dua belas malam kami memasuki terminal Tulungagung, turun dari bus langsung di berondong pertanyaan sama orang – orang yang katanya adalah sopir dan tukang ojek, mereka bertanya kemana dan ngasih tarip sekian atau sekian, kami memutu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;skan untuk mencari informasi dulu ke orang – orang yang tidak punya kepentingan dengan perj&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alan kami, ialah warung, kami minum teh hangat dan ngemil dulu sebelum akhirnya kami mendapat informasi dari orang – orang di warung tersebut, setelah sukses barulah kami memutuskan untuk mencarter sebuah mobil izusu renta dengan biaya Rp 15 000 per ora&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ng untuk menuju ke kecamatan Sendang, sebenarnya ada angkutan pedesaan L300 yang biasa melalui rute ini dengan ongkos Rp 10.000 hal ini kuketahui kelak saat kami pulang dari Wilis, tapi angkutan tersebut adanya Cuma pagi sampai sore sekitar jam tiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tampaknya teman – teman kelelahan setelah duduk berhimpitan di bus, sehingga saat mobil yang kami carter berjalan terseok-seok  menuju kecamatan Sendang mereka semua asyik dengan buaian mimpinya, sekitar&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeO-9UkuWeI/AAAAAAAAAJo/fEmlz-tzdaI/s1600-h/DSC01656.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeO-9UkuWeI/AAAAAAAAAJo/fEmlz-tzdaI/s320/DSC01656.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324309145186097634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 45 menit kami sudah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tiba di kecamatan Sendang, seperti rencana semula, dari sini kami mulai perjalanan dengan berjalan kaki sebenarnya kita bisa minta di antar sampai dekat lokasi pendakian karena jalan sampai desa Nglurup dimana desa ini adalah desa terakhir untuk menuju ke k&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;awasan gunung Wilis masih sangat layak&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; di lalui oleh mobil, jalan berupa batu – batu kecil yang tertata sangat rapi hingga hampir menyerupai seperti paping.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari desa Sendang menuju gunug Wilis melewati dua desa yaitu desa Jambuok dan desa Nglurup jalan – jalannya banyak persimpangan sehingga harus banyak bertanya kepada warga sekitar jadi di sarankan bagi yang belum pernah sama sekali mendaki gunung Wilis untuk berada di sini pada saat siang atau jangan tengah m&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alam seperti halnya kami sehingga kami harus nge-camp di emperan rumah penduduk di desa tersebut untuk menunggu terang sehingga bisa berrtanya pada penduduk situ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Subuhpun menjelang, tampak pohon – pohon pinus berjajar  memenuhi pinggir – pinggir jalan desa tersebut, setelah sholat Subuh kami bertanya tentang rute menuju wilis kepada tuan rumah yang emperannya kami tempati untuk tidur, kami lanjutkan perjalanan deng&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;an menyusuri jalan – jalan makadam kampung dan sering kali kami harus bertanya karena jalannya banyak persimpangan, akhirnya kami memasuki desa Nglurup desa terakhir yang harus  kami lalui sebelu&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeO_3kiLmcI/AAAAAAAAAJw/cIxK5S0H3Gw/s1600-h/DSC01641.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeO_3kiLmcI/AAAAAAAAAJw/cIxK5S0H3Gw/s320/DSC01641.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324310145902811586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;m masuk kawasan pendakian, desa ini terletak pada sebuah lembah yang subur dan sejuk penduduknya banyak memelihara sapi perah dan air bersih sangat melimpah disini tapi rata – rata penduduk disini juga memelihara anjing jadi kita harus siap-siap digonggong ataupun di kejar. Akhirya kami melewati daerah perbukitan yang sangat indah tanahnya bertingkat-tingkat kami menyusuri jalan setapak yang m&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;engikuti aliran air yang sangat jernih dan deras sekitar satu jam setengah kami lewati jalan setapak yang membelah perbukitan akhirnya ka&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mi mulai masuk kedalam hutan yang sangat lembab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum masuk kedalam hutan yang sangat lebat kami harus menyeberangi sungai yang yang mengalir deras di antara bebatuan, kami mengisi tempat persediaan air minum guna perbekalan sampai puncak. Kami di suguhi jalan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;setapak yang sangat menanjak da&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;n licin karena bekas jalan air hujan yang semalam turun dengan derasnya mengguyur kawasan tersebut. Sesekali saya harus menyingkirkan duri yang banyak menghalangi jalan kami, dan kami sering istirahat karena medan begitu berat dan satu lagi yang membuat saya sedikit ngeri yaitu dengan banyaknya pacet (sejenis lintah yang habitatnya di daratan dengan tingkat kelembaban yang tinggi ), saya sendiri terkena pacet sekitar empat kali, awalnya jijik saya melihatnya apalagi tahu gayanya ketika menunggu mangsa seperti patahan ranting yang kecil yang nancap di tanah dan ini sebenarnya sebuah penyamaran yang sempurna karena warna tubuhnya sangat mirip sekali dengan lingkungan sekitarnya yang berupa daun – daun kering yang lembab tapi ketika tersentuh maka akan seger&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a melompat dan menempel lalu akan menghisap darah kita, begitu pula dengan beberapa teman tak luput dari mangsanya bahkan salah seorang teman di gigit tepat di selangkangannya, lucunya lagi binatang ini ketika sudah menempel dan menghisap darah kita, maka dia akan lupa daratan karena kita akan susah menyingkirkan dengan tangan begitu saja, maka saat saya terkena pacet maka kuambil gunting yang memang kupersiapkan setiap dalam pendakian, kemudian kugunting tubuhnya maka pacet akan mati dan mengeluarkan darah yang telah ia hisapnya, tinggal luka bekas hisapan akan terus mengeluarkan darah jika pacet itu sudah sangat lama menghisap darah kita.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SePAWvJJ22I/AAAAAAAAAJ4/JeyxgCHLi9Q/s1600-h/DSC01650.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 238px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SePAWvJJ22I/AAAAAAAAAJ4/JeyxgCHLi9Q/s320/DSC01650.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324310681326574434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jalan terus mendaki dan licin seskali kami harus merayap melwati batang kayu yang roboh atau melewati celah batu atau melewati jurang yang mana tempat pijakan kita hanya sedikit dan kita hanya bertumpu dengan akar – akar yang menjadi pegangan tangan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gunung Wilis ini tidak terlalu tinggi tapi baru kali ini aku merasa sangat ngoyo menapaki medannya, perjalanan kamipun juga terhambat karena seorang teman hampir tidak kuat melanjutkan pendakian yang menyebabkan kami harus sering istirahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam setengah dua belas akhirnya kami sampai pada titk tertinggi yang kami kira itu adalah puncak wilis, sebenarnya masih ada jalan untuk maju beberapa teman semangat untuk melanjutkan perjalanan tapi sebagian yang lain sudah tergurat wajah kecapaian di tambah kami tidak membawa tenda karena kami tidak menyangka medan Wilis bisa di tempuh dalam satu hari perjalanan, akhirnya kami putuskan untuk turun kembali, lagi-lagi dalam perjalanan turun kami sempat kehilangan arah dan tersesat karena teman yang di depan tidak menyadari telah melalui jalur yang salah dan hal ini lumayan membuat kami berputar mencari jalan keluar kekanan dan ke arah kiri ternyata jurang, akhirnya kuputuskan untuk kembali naik melewati jalan yang sudah terbentuk tadi, huh..hhuh…lumayan perjalanan yang harusnya turun terus mendapat bonus naik beberapa meter lagi, kami berputar-putar akhirnya alhamdulillah saya bisa menemukan jalan yang kami lalui waktu naik sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam tiga kami tiba di pintu keluar hutan yang juga kaki dari gunung Wilis, kami nyuci tangan atau badan yang belepotan dengan tanah sekalian mengecek adakah sang penghisap darah yang mampir ditubuh kami saat turun, ternyata setelah ku buka kaos tangan ada seokar pacet yang sudah santai menghisap darah pada pergelangan tanganku, sempat kubiarkan lama itung-itung bekam alami….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setengah empat kami tiba di daerah perbukitan yang terbuka, kami istirihat sebentar setelah menunaikan sholat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah sedikit mengisi perut kami lanjutkan perjalanan hingga sampai di kecamatan sendang pukul 08.15 malam, kami menemukan sebuah masjid Al Ikhlas namanya, kami minta izin untuk numpang bermalam di situ, ternyata orang-orangnya sangat ramah kami di persilahkan tidur dan mandi sepuasnya. Malampun berlalu dengan hangatnya hingga seorang teman ngorok yang membuat telinga saya harus saya sumpal dengan sarung. Setelah sholat Subuh kami menunggu angkutan pedesaan dan sebentar saja kami sudah mendapatkannya, akhinya sampailah kita di terminal Tulungagung dan di antar sebuah bus menuju  kota Surabaya yang panas dan sesak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/puncak-lawu-jam-setengah-sebelas-m-la-m.html"&gt;puncak lawu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/berdua-di-puncak-welirang-normal-0.html"&gt;puncak welirang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;puncak penanggungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;puncak arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/puncak-lawu-jam-setengah-sebelas-m-la-m.html"&gt;puncak lawu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-4732693279543144444?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/4732693279543144444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=4732693279543144444&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/4732693279543144444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/4732693279543144444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/03/wilis-jam-empat-sore-saya-be-rs-ma-5.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SbrOBkCzD2I/AAAAAAAAAJY/JMJpZz0SjlI/s72-c/EDIT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-5805193933257793588</id><published>2009-02-26T12:29:00.002+07:00</published><updated>2009-02-26T12:51:20.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hypothermia'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;HYPOTERMIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pendaki mungkin kata-kata hypothermia sudah tidak asing lagi, bahkan di antaranya mungkin sudah ada yang pernah mengalaminya meskipun masih dalam tahapan awal atau Mild Hypothermia (hipothermia ringan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Hipothermia adalah gangguan medis yang terjadi didalam tubuh dimana terjadi penurunan temperatur tubuh secara tidak wajar disebabkan tubuh tidak mampu lagi memproduksi panas untuk mengimbangi dan menggantikan panas tubuh yang hilang dengan cepat karena buasnya tekanan buruk dari luar, yaitu udara dingin disertai angin, juga hujan, dan ketidak-pedulian dari Subyek itu sendiri yang makin memperparah keadaan, yaitu memakai pakaian basah, tubuh lelah dan lapar, serta seluruh tubuh terutama kepala tidak terlindung dari terpaan angin dingin. Situasi tersebut menjadikan temperatur tubuh turun dengan cepat dari 37°C (temperature normal) secara keseluruhan turun hingga dibawah 35°C. Selanjutnya kematian bisa terjadi bila temperatur tubuh terus semakin turun drastis hingga dibawah 30°C. Jangan pernah mempersalahkan kondisi cuaca yang ekstrim, penyebab dan pemicu datangnya Hipothermia di Gunung bukanlah semata karena udara dingin, disertai datangnya hujan dan badai, tetapi tak lain karena sikap mental dan perilaku dari si pendaki itu sendiri yang mengundang agar dirinya terserang hipothermia, selanjutnya ketidak tahuan atau tidak memperdulikan ancaman hipothermia saat bertualang di gunung hanya akan manghadapkan seseorang dengan sebuah masalah serius, yaitu kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hipothermia sangat mungkin sekali untuk dihindari apabila betul-betul dipahami, tetapi tak jarang para pemula kegiatan alam bebas menganggap remeh dan tidak peduli dengannya hingga saat hypothermia mulai menyerang , mereka tidak mengerti harus berbuat apa, bahkan pada tahap lanjut hipothermia dimana penderita berperilaku aneh, teman-temannya mengira kesurupan. Satu hal yang perlu dipahami bahwa hipothermia bisa menyerang dimana saja, tidak harus digunung, didataran rendah, di laut, kolam renang, ataupun di sungai saat ber-arung jeram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mangsa HipothermiaDi dunia operasi SAR, banyak kasus para pendaki gunung yang tersesat di gunung berakhir kisah hidupnya karena terserang hypothermia (tidak disadari). Sejak awal tersesat biasanya mereka sudah melakukan tindakan fatal yang akan makin memperburuk situasi mereka (seperti: bergerak dengan cepat yang karena panik lalu menjadi lincah melebihi pergerakan normal. Manuver ini jelas menguras sebagian besar dari energi yang tersisa). Dari beberapa kasus orang tersesat digunung, dalam pergerakannya mencari jalan keluar cenderung memilih bergerak mengikuti aliran sungai dengan pertimbangan sungai pasti sampai ke desa, selain itu kemungkinan besar bisa memperoleh air dengan cepat apabila haus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak sedikit survivor terpeleset jatuh kedalam sungai, atau dengan sengaja mereka memilih berjalan didasar sungai karena tepi sungai lebat dan tidak bisa dilalui, sementara mereka takut bila menjauh dari sungai akan makin tersesat, sehingga keputusan terbaik (yang beresiko paling tinggi) dari semua pilihan yang tidak diinginkan adalah tetap mengikuti aliran sungai dengan berjalan didasar sungai (umumnya sungai-sungai digunung berisi batu-batu tua berlumut dan pasir, kecuali saat hujan deras baru mungkin air akan menggerojog dahsyat). Yang ada dalam pikiran survivor hanyalah sesegera mungkin menemukan tanda-tanda yang bisa membawanya bertemu dengan orang, atau peradaban keseharian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan dalam pencariannya ini pergerakan survivor menjadi semakin jauh tanpa arah yang jelas, berteriak-teriak, meninggalkan sebagian atau seluruh perlengkapannya dengan maksud agar pergerakan mencari jalan keluar dari ketersesatannya itu menjadi lancar tidak terhambat oleh beban ransel dipunggung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ditengah kebingungan di belantara asing itu kabut mulai turun, bahkan disertai hujan (jangan selalu berprasangka bahwa musim kemarau digunung, cuaca akan selalu bersahabat dan sesuai dengan ramalan-ramalan kita yang tak berdasar sehingga kita akan kaget begitu dihantam hujan, lalu badai). Dengan sisa tenaga dan pakaian yang mulai basah oleh keringat, juga hujan, mungkin saja survivor memilih untuk segera mencari tempat berlindung atau melanjutkan pergerakan karena sudah kepalang basah. Bergerak ditengah hujan kabut hanyalah sebuah tindakan bunuh diri sementara rain coat, atau ponco dan jacket di tinggalkan entah dimana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berteduh dari kabut atau hujan (diam dan tidak bergerak) semakin membuat tubuh menggigil kedinginan, hingga umumnya survivor tetap memilih bergerak. Tanpa disadari energi terus terkuras hingga tubuh menjadi lemah dan limbung. Selanjutnya ditengah keterasingan itu hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Penting bagi pendaki gunung, pecinta alam atau penggemar kegiatan alam bebas memahami cara kerja pembunuh tersebut, agar dalam situasi tersesat atau tertimpa suatu masalah saat berada di alam bebas tidak bertindak gegabah. Pada situasi seperti apa orang akan terkena hipothermia Telah sedikit disinggung diawal tulisan bahwa hipothermia adalah kondisi medis yang terjadi didalam tubuh dimana panas tubuh berangsur-angsur hilang, diikuti keseluruhan temperatur tubuh ”ngedrop” atau turun secara drastis, dan tanpa ada upaya yang berarti dari dalam dan luar tubuh untuk memproduksi panas, maka temperatur akan semakin turun hingga dibawah 30° Celcius, atau dengan kata lain mendekati pintu kubur..! Secara umum, buruknya penyekat (pakaian yang dikenakan) untuk menahan dingin dan angin, memakai pakaian basah, tercebur kedalam air (bisa jadi tercebur kedalam air hangat dalam waktu yang lama), kondisi tubuh yang lelah didalam cuaca dingin berangin, semua itu merupakan faktor pemicu hipothermia. Dalam situasi seperti inilah tanpa disadari bencana hipothermia bisa menghabisi seseorang yang sama sekali tidak memahami apa yang sedang terjadi terhadap dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenali hipothermia dan tanda-tandanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara umum dikenal 3 tahap hipothermia, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Mild Hypothermia (hipothermia ringan),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Moderate Hypothermia (hipothermia sedang),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Severe Hypothermia (hipothermia berat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mild Hypothermia (temperatur tubuh drop dari 37° hingga 35°C).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita mulai menggigil saat temperatur tubuhnya turun hingga 36°C (menggigil adalah usaha alamiah tubuh untuk menghasilkan panas, dan menjaga agar temperatur bagian dalam tubuh tetap stabil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila temperatur tubuh terus turun hingga dibawah 36°C, penderita merasa lelah dan dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara berpikirnya mulai terlihat kacau dan pertimbangannya tidak logis, tidak bisa mengambil keputusan dengan benar, dan mulai berperilaku aneh diluar kebiasaan normal, serta keras kepala (hanya bertindak atas kemauan sendiri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gerakan tangan, kaki, dan anggota badan lainnya mulai cenderung tidak terkoordinasi dengan otak (misal; mulai sering tersandung sesuatu saat berjalan, menyampar botol minum, menginjak kompor, bahkan kesulitan untuk mengancingkan jacket).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita masih terlihat bernafas secara normal namun terus menggigil dan gemetar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila penderita Mild Hypothermia tidak segera ditangani, dan itu dianggap sesuatu yang wajar saja, maka temperature tubuh semakin turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Moderate Hypothermia (temperatur tubuh turun dari 35° hingga 32°C),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ditandai dengan kulit ditubuhnya terlihat memucat, otot-otot menjadi kaku dan sulit menggerakkan jari tangan (koordinasi tubuh terganggu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jari tangan dan kaki mati rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menggigil hebat, lalu sama sekali berhenti menggigil (cadangan energy di dalam tubuh sudah habis di pergunakan untuk menggigil - bukan berarti penderita tidak lagi kedinginan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita sudah tidak mampu berpikir atau mengingat-ingat sesuatu (menjadi pelupa), dan terlihat tidak mampu merespon dengan baik, bicaranya gagap dan terlihat sulit melontarkan kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa area tertentu pada tubuh yang biasanya selalu hangat menjadi dingin (Samping Leher, Ketiak, kunci paha).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gerakan semakin lamban, kondisi tubuh kian lemah, dan seperti orang yang mengantuk berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selanjutnya dibawah temperature 32°C semua proses metabolisme tubuh termasuk napas, degub jantung, dan fungsi otak semakin melemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Severe Hypothermia (temperatur tubuh terus turun dari 32° hingga 28°C),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ditandai dengan penderita mulai sering hilang kesadaran, Perilakunya tidak rasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kulit terlihat membiru, napas dan denyut nadi melemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pupil mata membuka lebar, penderita terlihat seperti sudah meninggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kematian (temperatur tubuh terus turun dari 28° hingga 25°C).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dibawah temperatur 28° penderita tidak sadarkan diri dan terjadi henti jantung. Kematian terjadi sebelum temperatur mencapai 25°C.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa lama seseorang dapat bertahan hidup dari serangan hipothermia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(sejak Mild Hypothermia hingga Severe Hypothermia) Sangat tergantung dari berbagai faktor yang mendukung untuk terus dapat bertahan hidup, atau berbagai faktor yang membuat situasi semakin memburuk. Kematian karena hipothermia bisa terjadi dibawah 24 jam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Catatan: Mild Hypothermia berpotensi menjadi bencana apabila penderita adalah “”team leader”" dalam sebuah perjalanan pendakian gunung atau misi operasi ESAR dimana dia harus mengambil keputusan, sementara anggota tim tidak paham bahwa ketua tim nya terserang hipothermia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari pengalaman penulis di alam bebas, menangani seorang tim leader, atau seorang senior yang kebetulan terserang hipothermia bukanlah pekerjaan mudah, karena cenderung keras kepala, merasa dirinya paling tahu, dan kelihatan kalau egonya tidak mengijinkan orang lain memperlakukan dia sebagai seseorang yang memerlukan pertolongan. Selain membahayakan diri sendiri, sikap keras kepala membahayakan tim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaiknya diskusikan kemungkinan serangan hipothermia terhadap tim (semua personil tim tanpa kecuali) saat briefing pemberangkatan (pendakian gunung, operasi ESAR) untuk meminimalisir sikap keras kepala apabila salah seorang personil dari tim terindikasi hipothermia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hilangnya panas Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hipothermia terjadi karena hilangnya panas tubuh, dan secara alami tubuh tidak mampu lagi memproduksi energi panas. Ada beberapa proses alami di alam bebas (dalam hal ini pembahasan hipothermia hanya dibatasi pada Gunung Hutan) yang membuat panas tubuh secara berangsur-angsur hilang, dan berakibat temperatur tubuh terus turun hingga berhenti pada satu titik (kematian). Proses hilangnya panas tubuh secara alami ini penting dipahami untuk dapat menghindari hipothermia sedini mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hilangnya panas tubuh secara alami ini jarang sekali disadari oleh para pendaki gunung pemula, sementara hal ini merupakan faktor terburuk yang mempercepat terjadinya penurunan temperatur tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prosentase terbesar hilangnya panas tubuh adalah melalui kepala, dan pernapasan, sementara komando untuk setiap gerakan tubuh kita ada didalam kepala. Kenyataan ini yang paling sering di abaikan, selain juga kekeliruan dalam berpakaian makin mempercepat hilangnya panas tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pahamilah proses alami hilangnya panas tubuh yang terjadi saat kita berada di alam bebas, dan upaya pencegahan atau menguranginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lima proses alami hilangnya panas tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proses alami hilangnya panas tubuh Upaya Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KonveksiUdara dingin atau angin dingin, kabut ataupun hujan disertai angin dingin menerpa permukaan tubuh secara langsung (pakaian yang dikenakan tidak mampu menahan terpaan angin dingin). Panas tubuh banyak terserap untuk menghangatkan permukaan kulit sehingga lama-kelamaan tubuh bagian dalam menjadi dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh sederhana: Kita menggunakan konveksi saat meniup makanan atau minuman panas untuk mendinginkannya, begitu juga angin dingin melakukan hal yang sama terhadap tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hindari kontak secara langsung antara permukaan kulit dengan terpaan angin dingin. Cara termudah adalah dengan mengenakan pakaian berlapis. Upayakan lapis terluar mampu menahan terpaan angin dingin.selain itu perhatikan arah angin saat mendirikan shelter sebagai tempat untuk berlindung/bermalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KonduksiPengaliran panas dari tubuh melalui permukaan tubuh (kulit) saat bersentuhan atau kontak dengan permukaan benda yang dingin, seperti batu tempat kita duduk, tanah basah. Dalam hal ini panas tubuh mengalir keluar dari tubuh dan terserap benda yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hindari kontak secara langsung dengan benda-benda atau obyek yang dingin, gunakan sarung tangan (rajut wool) agar tidak terjadi kontak langsung. Sebaiknya gunakan alas (matras) apabila duduk diatas permukaan tanah basah, atau juga batuan yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;EvaporasiPenguapan dari permukaan tubuh yang basah, (keringat, ataupun pakaian basah yang kita kenakan). Evaporasi banyak membuang panas tubuh, selain juga cairan dalam tubuh terus berkurang karena penguapan. Bila tidak ada suply cairan sebagai pengganti kedalam tubuh dapat mengakibatkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan beresiko terhadap perkembangan hipothermia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenakan pakaian berlapis dengan jenis serat terbuka, ini memungkinkan terjadi sirkulasi udara hingga keringat dapat menguap dengan cepat. Memakai pakaian 2 hingga 3 lapis akan lebih baik dibanding memakai 1 pakaian tebal, tapi udara tidak bisa bersirkulasi mengakibatkan pakaian menjadi basah karena keringat tidak bisa menguap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;RadiasiPanas tubuh dipancarkan keluar dari tubuh melalui kepala (karena temperatur lingkungan diluar tubuh lebih dingin dibanding tubuh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenakan selalu tutup kepala (balaclava dari wool cukup baik untuk mengurangi radiasi). Sebaiknya Kenakan juga syal untuk melindungi leher.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;RespirasiPanas tubuh hilang melalui proses pernapasan (saat bernapas di lingkungan yang dingin, hidung menghirup udara dingin dan menghembuskan [membuang] udara panas dari dalam tubuh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lindungi hidung agar tidak langsung menghirup udara dingin, hal ini dapat dilakukan menggunakan syal, atau mengenakan balaclava yang menutup hidung namun masih dapat bernapas dengan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menangani penderita Hipothermia di Gunung.Prinsip dasar untuk lepas dari hipothermia adalah berupaya menaikkan temperatur tubuh yang drop dengan melindungi tubuh dari terpaan angin dingin, mengganti semua pakaian yang basah dengan pakaian kering, selanjutnya mentransfer energi dan panas kedalam tubuh (melalui minum hangat, bubur hangat, alat pemanas) serta membuat lingkungan disekitar penderita menjadi hangat.Agar diperhatikan bahwa panas tubuh sebagian besar hilang melalui kepala (radiasi), dan pernapasan (respirasi). Selain melindungi kepala dengan mengenakan balaclava, letakkan syal terbuat dari wool diatas permukaan hidung agar saat bernapas tidak secara langsung menghirup udara dingin, tetapi jangan sekali-kali memblokir jalan pernapasan.Prosedur umum Penanganan secara teknis penderita hipothermia dilapangan. INGAT! Tangani penderita Hipothermia dengan lembut dan hati-hati!!!.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segera lindungi penderita dari terpaan angin dan kontak langsung dengan benda yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segera pindahkan penderita dari lingkungan yang dingin kedalam shelter, atau tenda (gelar matras didalam shelter atau tenda agar tidak lagi terjadi konduksi - tubuh penderita dengan obyek dingin disekitarnya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ganti seluruh pakaian basah penderita dengan pakaian kering (sebaiknya pakai 2 hingga 3 lapis pakaian), termasuk kaos kaki dan sarung tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masukkan penderita kedalam sleeping bag kering yang diberi alas matras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila penderita masih sadar berikan minuman hangat dan manis (air putih hangat, coklat hangat, atau jahe hangat - tidak terlalu pedas) sedikit demi sedikit menggunakan sendok (sebaiknya tidak menggunakan sendok logam). Jangan sekali-kali memberi minuman yang mengandung alkohol, dan hindari memberi minum kopi atau teh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila tubuh penderita bisa menerima suplai air minum hangat melalui mulut, lanjutkan dengan memberi bubur hangat manis yang juga dimulai sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila penderita masih sadar, mintalah ijin agar diperbolehkan mengukur temperatur tubuhnya selama treatment hipothermia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hangatkan lingkungan didalam shelter atau tenda dengan membuat bara dari arang agar penderita menghirup udara hangat (Catatan: arang yang berkualitas tinggi tidak akan ber asap dan berbau sehingga aman untuk digunakan didalam tenda).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hangatkan penderita pada bagian tubuh tertentu yang efectif untuk menyebarkan panas ke dalam tubuh dengan menempatkan botol plastik yang diisi air panas dan dibungkus syal atau kain pada Sisi leher, kedua ketiak, dan kunci paha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan melakukan pemijitan/masase kepada penderita karena akan mempengaruhi aliran darah dalam tubuh, dan jangan meng-olesi tubuh penderita dengan balsem/minyak gosok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penanganan Moderate Hypothermia, dan Severe Hypothermia di alam bebas.Selain prosedur penanganan yang sudah disebutkan diatas, Penderita Moderate dan Severe Hypothermia memerlukan penanganan khusus, tetapi pada situasi darurat di ketinggian yang sunyi, terisolir dan sulit memperoleh tenaga ahli medis, selain juga memakan waktu untuk evakuasi, maka pilihan yang ada hanyalah tetap berupaya semaksimal mungkin menangani penderita walau temperatur tubuh penderita ternyata sudah berada dibawah 29° Celcius. Catatan untuk penderita Moderate dan Severe Hypothermia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baringkan penderita dengan posisi kaki lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lakukan semua prosedur umum penanganan hipothermia, kecuali memberikan suplai air dan makanan melalui mulut apabila penderita sudah tidak dapat memberikan respon, karena apapun yang masuk melalui mulut cenderung dimuntahkan kembali, dan kemungkinan menggangu saluran pernapasan (hidung) karena apa yang dimuntahkan juga akan keluar melalui kedua lubang hidung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lakukan monitoring intensif terhadap botol pemanas yang diletakkan dikedua sisi leher, ketiak, dan kunci paha. Ganti dengan air panas baru sebelum botol menjadi dingin. (Sebagai catatan: transfer panas secara fisik atau skin to skin pada penderita Moderate dan Severe Hypothermia tidak akan banyak berpengaruh terhadap temperatur tubuh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lakukan monitoring intensif terhadap denyut nadi dan napas penderita. Bila tidak ada lagi denyut napas dan jantung, lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) - Pemberian bantuan napas dari mulut ke mulut disertai kompresi (penekanan pada dinding dada). Sebagai catatan, jangan lakukan pernapasan dari mulut ke mulut apabila penderita mengalami patah tulang disekitar kepala dan leher. Dan jangan lakukan kompresi apabila penderita menderita patah tulang dada (iga) - (Catatan: Disarankan tenaga medis terlatih yang melakukan RJP).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila sarana transportasi dan waktu tempuh memungkinkan, dan tidak akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan hipothermia, secepatnya evakuasi penderita ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang intensif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengukur temperatur tubuh penderita hipothermiaUntuk mengukur temperatur tubuh penderita hipothermia, letakkan thermometer pada ketiak (apabila memungkinkan, letakkan thermometer dibawah lidah penderita) selama ± 2 menit, dan lakukan pengukuran secara berkala tiap 5 menit untuk melihat perubahan temperatur tubuh.Catatan:Pengukuran temperatur tubuh penderita hipothermia yang paling efectif adalah melalui anus (thermometer di masukkan kedalam lubang anus yang sebelumnya beri pelumas terlebih dulu - tenaga medis terlatih yang melakukannya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan - mengukur temperatur tubuh penderita apabila sedang keras kepala dan tidak memperdulikan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awasi penderita yang keras kepala, karena tindakan-tindakannya yang aneh kadang berpotensi membahayakan diri sendiri atau tim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persenjatai diri untuk menghadapi Hipothermia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang ditulis dibawah ini hanyalah pengulangan dari “Pengetahuan Perlengkapan, Pakaian, dan Makanan Gunung Hutan” yang kadang kita abaikan karena nyentrik, dan untuk jenis makanan tidak berbau seni masak-memasak seperti saat kita kemping bersama keluarga. Memang makanan yang diperlukan untuk sebuah perjalanan gunung hutan pilihannya hanyalah dapat menunjang ketahanan tubuh kita, serta dapat mempertahankan panas tubuh, bukan kita memindah warung makan dengan berbagai pilihan menu ke sebuah ketinggian yang sunyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menghindari ancaman hipothermia, beberapa perlengkapan sederhana dibawah ini sebaiknya dipertimbangkan untuk selalu menemani saat “ngaprak” atau “mblakrak” di alam bebas, terutama saat mendaki gunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk efectifitas didalam situasi darurat, bawalah selalu thermos berisi air panas yang isinya selalu siap digunakan sewaktu-waktu, tapi bukan berarti kita lalu main sambar thermos yang ada di dapur untuk dibawa ke gunung. Dalam situasi darurat digunung, seperti terserang badai, atau menunggu hujan di dalam bivak, kita harus mempertahankan panas tubuh kita dengan meminum sedikit demi sedikit air hangat, dan makanan dengan karbohidrat tinggi yang dapat dirubah dengan cepat oleh tubuh menjadi energi (misal biskuit manis) yang akan berasa nikmat bila dicelupkan ke dalam minuman coklat hangat, dan tidak perlu menunggu dengan memasak air terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya saat tubuh kita sedang menggigil rasanya malas mengeluarkan kompor dan perlengkapan lain dari dalam backpack untuk melindungi diri dari serangan udara dingin, umumnya kita lebih sibuk menggigil dari pada bertindak yang seharusnya (bukan berarti kita tidak memerlukan kompor praktis untuk memasak air atau menghangatkan makanan, membuat bubur havermout). Sebisa mungkin masukkan thermos air panas dalam daftar perlengkapan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai catatan penting, jangan bertindak gegabah dengan meneguk minuman beralkohol karena selain hanya memberi kehangatan semu sesaat, berikutnya setelah pengaruh alkohol berangsur hilang, berangsur pula darah menjadi dingin hingga mempengaruhi stabilitas aliran darah didalam tubuh. Bukannya membantu memperkuat pertahanan tubuh, tapi membantu memudahkan hipothermia menyerang dan menghabisi kita. Lebih jauh lagi kalau kita kebablasan dalam menenggak minuman beralkohol diketinggian akhirnya kita sulit mengontrol diri, bisa-bisa jurang yang tidak kelihatan dasarnya, kita anggap kolam renang air panas alami, menggiurkan untuk diterjuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makanan - Sebaiknya jangan mempersulit diri dengan membawa makanan-makanan yang memerlukan waktu lama dalam memasaknya, memerlukan banyak air, dan boros bahan bakar sementara kita berada dikawasan yang semuanya serba sulit, dan terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum menentukan makanan apa yang akan dibawa sebaiknya perhitungkan kebutuhan kalori perhari yang harus dipenuhi oleh makanan, selanjutnya pilih jenis makanan, dan buat menu harian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada beberapa jenis makanan yang patut dipertimbangkan, selain dapat memenuhi kebutuhan kalori, cepat disajikan dan tidak boros air serta bahan bakar, seperti: Bubur Balita, Havermouth, moesly, biskuit manis, permen coklat batangan, permen manis, kismis, kurma kering, buah-buah yang dikeringkan, dan coklat meses (untuk dicampurkan kedalam bubur balita ataupun havermouth), seven ocean (roti survival), biskuit coklat manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(catatan: makanan berkalori tinggi yang telah disebutkan tersebut dapat menjadi petaka apabila dikonsumsi sehari-hari, terutama bagi para penderita hipertensi, dan kolesterol tinggi.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk makanan berbumbu yang dapat membangkitkan selera makan, kita bisa memilih mi instan yang hanya perlu diseduh air panas (catatan: ini bukan makanan utama, hanya pembangkit selera).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu hal yang agak sulit adalah membiasakan diri memakan makanan seperti disebutkan diatas dan menjadikannya sebagai santapan sehari-hari selama beroperasi di gunung. Beberapa jenis makanan memang tidaklah murah, tapi perlu dipertimbangkan harga makanan dibanding nyawa yang tidak bisa diukur dengan nilai uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lindungilah kepala! - Kepala merupakan bagian terpenting dari tubuh dimana otak merupakan pusat syaraf yang mengendalikan gerakan-gerakan tubuh, dan perlu diingat, panas tubuh sebagian besar hilang melalui kepala (radiasi), dan pernapasan (respirasi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pakailah selalu penutup kepala untuk menghindari hilangnya panas tubuh karena radiasi. Untuk perjalanan di daerah dingin, balaclava terbuat dari wool merupakan pilihan terbaik karena melindungi hampir seluruh kepala, bahkan juga hidung. Selain melindungi kepala agar tetap hangat, udara yang dihirup saat bernapas juga terfilter oleh wool sehingga menjadi hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pakaian - Memilih pakaian untuk bertualang di gunung lebih ditekankan pada fungsi pakaian untuk dapat mempertahankan panas tubuh dan melindungi tubuh dari terpaan angin dingin. Pakailah pakaian berlapis (2 atau 3 lapis). Pakaian berlapis memungkinkan udara panas tetap berada diantara lapisan pakaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lapis pertama memungkinkan kulit leluasa bernapas sehingga keringat tidak terperangkap diantara permukaan kulit dan pakaian. Selain juga cepat kering (tidak menyerap air). Material seperti sutra berserat kasar adalah salah satu pilihan terbaik sebagai pakaian lapis pertama karena cepat menguapkan keringat dan kain tidak menjadi basah seperti katun (pakaian untuk lapis pertama ini dikenal dengan nama “”long johns”" berupa celana panjang dan kaos lengan panjang). Tentunya banyak jenis material lain yang harganya jauh lebih terjangkau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lapis Kedua dapat menyerap penguapan tapi tidak menghilangkan panas yang ada. Material dari wool sangat baik untuk dipakai (contoh: sweater wool) karena wool akan tetap terasa hangat walau basah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lapis Ketiga, sebaiknya berupa jacket yang handal dalam menahan angin dingin, dan anti air, serta dapat menjaga agar panas tidak hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai catatan, jangan memakai pakaian sempit hingga gerakan menjadi tidak nyaman. Dan bawalah selalu pakaian cadangan saat bertualang di gunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sarung tangan &amp;amp; kaos kaki - Untuk menghindari kontak langsung dengan benda-benda dingin saat berjalan, juga untuk tidur, pakailah sarung tangan (rajut wool), yang biarpun bagian luar basah karena sering bersentuhan benda dingin/basah, namun tetap hangat dibagian dalam. Sebaiknya untuk pergerakan didaerah gunung yang dingin jangan memakai kaos kaki katun. Kaos kaki panjang model pemain sepak bola cukup baik digunakan. Bawalah kaos kaki cadangan untuk pergerakan, dan khusus untuk tidur (bermalam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sleeping bag - Pilihlah sleeping bag yang apabila kita berada didalamnya, udara tetap dapat bersirkulasi (tidak terperangkap dalam sleeping bag). Selain itu bawa serta matras jenis karet yang banyak dijual di toko-toko outdoor yang digunakan sebagai alas dari sleeping bag. Penting untuk selalu membawa matras untuk menghindari terjadinya konduksi saat kita harus bersentuhan dengan tanah atau batu (beristirahat ditengah perjalanan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catatan: bungkus selalu sleeping bag dalam kantong plastik, menjaga agar tetap kering dan hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tenda - Perlu dipertimbangkan dalam memilih tenda agar - dapat menahan angin, hujan, mempunyai sirkulasi udara yang baik, praktis dan cepat dalam mendirikannya serta dapat didirikan tanpa harus memakai patok, tidak mudah roboh, dan ergonomis tidak seperti layar yang menghadang angin. Cukup leluasa didalam tenda bukan berarti tenda harus besar, selain itu tenda juga dilengkapi dengan lapisan anti air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kompor &amp;amp; penghangat - Pemilihan kompor berdasarkan medan jelajah, dan lama operasi, berat dari kompor dan bahan bakar, selain juga kepraktisan. Disamping itu pemilihan juga didasarkan atas pengalaman masing-masing orang, karena tiap jenis kompor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain kompor bawa juga beberapa batang lilin, dan korek api anti air. Selanjutnya untuk peralatan masak, pilihlah yang praktis dan tidak memberatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perlu dipikirkan juga untuk membawa penghangat didalam tenda yang tidak berbau sehingga mengganggu pernapasan (bawalah beberapa buah arang briket berkualitas yang dapat digunakan sebagai penghangat didalam tenda).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sepatu - Pilih sepatu yang dapat melindungi mata kaki dan bergerigi pada sol nya. Jangan letakkan sepatu diluar tenda tanpa membungkusnya dengan pembungkus dari bahan anti air karena biarpun tidak hujan, sepatu akan menjadi dingin dan basah oleh kabut dan embun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa perlengkapan yang sudah disebutkan sebatas alternatif pilihan untuk mencegah agar kita terhindar dari serangan hipothermia saat bertualang di gunung. Dalam hal ini tidak ada pembahasan secara detail mengenai perlengkapan, pakaian, dan makanan, karena kita dapat mempelajari sendiri pengetahuan yang lengkap mengenai perlengkapan, pakaian dan makanan diluar tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hipothermia merupakan “silent killer” yang kadang tidak kita sadari kedatangannya (sementara kita diam membisu dan menganggap bahwa ditempat dingin pasti menggigil dan itu hal biasa, padahal tubuh kita tengah berperang mati-matian melawannya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu banyak pendaki gunung yang tidak tertarik untuk memahami hipothermia yang sungguh sangat berbahaya. Perhatikan saat hipothermia mulai menyerang, dimana tubuh penderita mulai merasa kedinginan, dan menggigil, sementara teman lainnya mungkin belum begitu merasakannya. Dan begitu temperatur tubuh berangsur turun, kemampuan berpikir rasional dan membuat keputusan dengan benar menghilang. Tahap berikutnya mungkin penderita berhenti menggigil, atau menggigil hebat, dan mulai mengigau, proses berpikir melambat, dan seperti kesulitan bernapas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar dimengerti bahwa Hipothermia menyerang tidak pandang bulu, tidak pilih kasih, dan tanpa pengecualian. Tidak perduli dia pendaki berpengalaman, senior dalam masalah medis, atau manusia tanpa dosa. Siapa lengah, dia di serang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertolongan seperti apa yang segera harus dilakukan tanpa membuat penderita ikut menjadi panik? Dan bagaimana kalau situasi seperti itu ternyata menimpa diri kita? Relakah kita mempercayai teman, bahkan diri sendiri bahwa kita terserang hipothermia, dan memerlukan pertolongan?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada perumpamaan tentang hipothermia yang saya kutip dari sebuah film “”How to Survive”". Perumpamaan yang menarik ini mengatakan: “”Tewas karena hipothermia bisa diibaratkan seperti lampu-lampu yang dipadamkan satu persatu sampai akhirnya gelap total.&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tulisan yang merupakan pengulangan dari sekian ribu tulisan sejenis ini tak lain dimaksudkan agar kita semua menghargai nyawa kita dengan bersikap dan berperilaku tidak gegabah terhadap alam bebas, dan mempersiapkan diri sebelum pergi berpetualang hingga nantinya tidak membuat malu diri sendiri atau lebih tragis lagi membuat sedih orang-orang yang ditinggalkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catatan Penting:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penting bagi para pendaki gunung, terutama tim SAR yang dalam hal ini unit-unit pencari untuk memperlengkapi tim dengan thermometer hipothermia (skala temperatur hingga dibawah 25°C, tapi bukan thermometer ruang). Dengan adanya thermometer maka saat subyek ditemukan lalu distabilkan, segera dapat diketahui temperatur tubuh subyek, yang artinya diketahui pula tahap hipothermia apabila memang temperatur tubuhnya drop. Diharapkan penanganan terhadap hipothermia akan menjadi lebih efectif, karena perkembangan hipothermia yang diderita subyek akan terkontrol dengan pemeriksaan temperatur tubuh secara berkala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://catros.wordpress.com/2007/05/02/kenali-hypotermia/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:arial;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-5805193933257793588?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/5805193933257793588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=5805193933257793588&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/5805193933257793588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/5805193933257793588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/hypotermia-bagi-seorang-pendaki-mungkin.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-6467969060462744225</id><published>2009-02-26T10:51:00.009+07:00</published><updated>2009-02-26T11:42:03.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips menangani gigitan ular'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="arial" style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;PENANGGANAN PADA GIGITAN ULAR&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagi seorang yang menyukai kegiatan di luar rumah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;atau&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;tepatnya bagi yang suka berpetualang seperti junggling, caving atau climbing maka kita akan banyak menemui - menemui kejadian yang sifatnya tidak kita inginkan, seperti kecelakaan yang di sebabkan oleh keadaan alam, juga kecelakaan akibat gangguan binatang buas, nah ini &lt;a href="http://himpala.com/forum/viewthread.php?tid=314&amp;amp;page=1#pid4841" target="_blank"&gt;artikel&lt;/a&gt; yang menerangkan binatang ular yang mana dalam kegiatan - kegiatan di atas akan sering menemuinya. dan tips untuk mengatasi saat tergigit oleh binatang tersebut&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Secara garis besar ular berbisa dapat dikelompokkan kedalam&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;3 kelompok :&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;1. Colubridae ( mangroce cat snake, boiga dendrophilia,dll )&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;2. elapidae ( king cobra, blue coral snake,&lt;st1:place&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt; spitting cobra, dll)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;3. viperidae ( borneo green pit viper, Sumatran pit viper,dll )&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Pengelompokkan ini berguna bagi tenaga kesehatan untuk penanganan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;selanjutnya dalam pemberian anti venom sesuai dengan pengelompokkan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi 3 :&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;1. Local efek&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitanya&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti : bengkak,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;melepuh,perdarahan,memar sampai dengan nekrosis.yang mesti diwaspadai adalah&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;terjadinya shock hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindah cairan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;vaskuler ke jaringan akibat pengaruh bisa ular tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;2. General efek&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;gigitan ular ini akan menghasilkan efek sistemik yang non-spesifik seperti :&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;nyeri kepala,mual dan muntah,nyeri perut, diare sampai pasien menjadi&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;kolaps. Gejala yang ditemui seperti ini sebagai tanda bahaya bagi tenaga&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;kesehatan unuk memberi petolongan segera.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;3. Spesifik systemic efek&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Dalam hal ini spesifik systemic efek dapat di bagi berdasarkan :&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;• Koagulopathy&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa Spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy. Tanda –&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;tanda klinis yang dapat ditemui adalah keluarnya darah terus menerus dari&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;tempat gigitan,venipuncture, dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;hematuria,haematomisis,melena dan batuk darah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;• Neurotoxic&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis. Ini&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;biasanya berbahaya bila terjadi paralysis pada pernafasan. Biasanya tanda –&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;tanda yang pertama kali di jumpai adalah pada saraf cranial seperti&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;ptosis,opthalmophlegia, progresif. bila tidak mendapat anti venom akan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasaya full&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;biasanya menjadi lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;• Myotoxicity&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Myotoxiticty hanya akan di temui bila seseorang diserang atau digigit oleh&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya ditidak ada yang menyebabkan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;terjadinya myotoxicity berat. Tanda dan gejala adalah : nyeri&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;otot,tenderness,myoglobinuria,dan berpotensi untuk terjadinya gagal ginjal,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;hiperkalemia dan cardiotoxicity.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Pertolongan pertama pada gigitan ular :&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;- immobilisasi anggota tubuh yang digigit&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;- anjurkan pasien untuk tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;- bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Balut tekan tidak semua digunakan pada semua kasus gigitan ular.walaupun&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;demikian , jika diketahui bahwa gigitan ular tersebut tidak termasuk kedalam&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;non – necrotic spesies maka pressure immobilasi teknik dapat digunakan. Bila&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;gigitannya disebabkan oleh King Kobra yang menyebabkan local necrosis yang&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;biasanya tidak berat, tetapi dapat menyebabkan paralysis yang cepat dan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;berat, maka pressure immobilisasi methode mempunyai alasan untuk digunakan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Metode lama dalam pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;torniquet,suction dengan alat atau menggunakan mulut (biasanya terinspirasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;dari menonton film yang bertemakan petualangan), pemberian bahan – bahan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;kimia yang semuanya sebenarnya merupakan kontra indikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut. ini tidak&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;menjadi kendala asal luka telah dibersihkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Managemen untuk gigitan ular&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;1. selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;2. bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan kedalam&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;katagori emergency.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;3. pasang iv line pada semua kasus.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;4. berhati – hati ketika memilih lokasi pemasangan iv line atau pengambilan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;sample darah pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;pendarahan. Khususnya pada pembuluh darah subclavia, jugular,femur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;5. hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;coagulopathy.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;6. lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;7. jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;intubasi dan pemasangan ventilator eksternal.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;8. jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Tips yang dapat dilakukan:&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;- Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;anda tergigit lagi oleh ular tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-6467969060462744225?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/6467969060462744225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=6467969060462744225&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/6467969060462744225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/6467969060462744225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/normal-0-microsoftinternetexplorer4.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-1460802999214519780</id><published>2009-02-24T07:51:00.005+07:00</published><updated>2009-02-24T08:16:50.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapan Semeru.....'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semeru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaNJy5_cgiI/AAAAAAAAAIw/V6wpKHLrGbg/s1600-h/Semeru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaNJy5_cgiI/AAAAAAAAAIw/V6wpKHLrGbg/s320/Semeru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306165924881793570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Setiap pagi ketika aku berangkat kesekolah, aku selalu melihat sebuah gundukan besar yang berbentuk strato itu. Semeru, ya Gunung Semeru namanya, warnanya yang terlihat dari kejauhan abu - abu sesekali mengeluarkan semburan asap yang menggumpal. Hampir setiap pagi aku selalu memperhatikannya karena sekolah SMP dan SMA ku berada satu arah mata angin dengan Gunung tersebut sehingga setiap saat aku berangkat menuju sekolah dengan jalan kaki atau naik sepeda bututku, aku sempatkan untuk memandangnya. Bagaikan pemuda perkasa yang gagah dan tinggi menjulang dengan lereng – lereng seperti pasir. Teringat betapa sering aku merenung dan bertanya pada diri sendiri, sebenarnya bentukmu dari dekat seperti apa, apakah seperti pasir yang di tumpuk di tepi jalan yang ukuranya sangat besar, atau berupa endapan keras sehingga membentuk labirin – labirin jurang yang sangat terjal dan dala&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaNKUtkEBFI/AAAAAAAAAJA/KnWvJ6ZyjnU/s1600-h/semeru-east-java-2004800x6001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaNKUtkEBFI/AAAAAAAAAJA/KnWvJ6ZyjnU/s320/semeru-east-java-2004800x6001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306166505661269074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;m, semua itu tidak pernah terjawab hingga sekarang, hanya saja beberapa sahabat bercerita tentang pesona dan kegaharan semeru, track dan medan yang sangat menantang.&lt;br /&gt;  Cerita dari beberapa teman yang pernah kesana semakin membuat naluri petualangku memuncak ke ubun – ubun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kapan aku bisa memelukmu, kapan aku bisa bercanda dengan keganasan medanmu, tunggulah aku wahai Semeru, jika Penciptamu mengijinkan, aku pasti akan sedang berada di Puncakmu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena aku selalu memandangmu di saat aku masih kanak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-1460802999214519780?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/1460802999214519780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=1460802999214519780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1460802999214519780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1460802999214519780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/semeru-setiap-pagi-ketika-aku-berangkat.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaNJy5_cgiI/AAAAAAAAAIw/V6wpKHLrGbg/s72-c/Semeru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-8639898209131649765</id><published>2009-02-22T17:01:00.005+07:00</published><updated>2009-02-22T17:42:41.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puncak Lawu'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puncak Lawu&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaEjm3sTqlI/AAAAAAAAAIg/JKj9tKIy2ac/s1600-h/s4025875.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaEjm3sTqlI/AAAAAAAAAIg/JKj9tKIy2ac/s320/s4025875.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305560986710944338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam setengah sebelas m&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;la&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;m berdua kami berangkat ke terminal Bungorasih, di antar dengan mengendarai motor oleh pa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ra sahabatku. Setelah mengisi perut dengan sedikit makanan kami langsung mencari bus menuju&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; arah Magetan, kurang lebih jam dua belas malam bus mulai bergerak meninggalkan terminal Bungorasih dan mengantarkan kami berdua menuju terminal Maospati Magetan, malam itu k&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ami sedang mengadakan perjalanan ke Gunung Lawu dan ini adalah perjalanan kami yang p&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ertamanya untuk mencapai kawasan pendakian tersebut. Kami berdua sebenarnya belum paham sama sekali rute perjalanan yang harus kami tempuh serta biaya yang harus kam&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;i keluarkan, hanya berbekal informasi yang saya dapatkan dari om saya yang baik hati yaitu om Google maka saya mendapatkan informasi yang kami butuhkan meskipun tidak s&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;edetail yang saya harapkan tapi lumayan sangat membantu, Thanks for every body who uploaded about Lawu mountain . Saat bus sudah memasuki daerah kabupaten Magetan, saya baru teringat bahwa ponco yang telah saya siapkan ternyata lupa memasukkannya dalam bagpackerku padahal saat ini musim hujan dan gak mungkin saya kembali sekedar untuk mengambil ponco dan gak mungkin saya membeli ponco lagi karena uang pas-pasan, andaikan punya uang cukuppun tak ada toko yang buka karena hari masih buta, akhinya biarlah, tawakal. Memasuki terminal Maospati sekitar pukul tiga pagi, suasana masih sangat sepi, kami turun dari bis di sambut beberapa orang yang menawari kendaraan, setelah bertanya kemana tujuan kami, wow mereka menawarkan ongkos untuk ke Plaosan sebesar Rp 50.000  taka sugiru ne, okane motte inai yo…, kami bertanya kesana kemari akhirnya di beri saran sama seseorang untuk menunggu sampai subuh, karena angkutan di mulai setelah subuh. Terpaksa kami rebahan di bangku terminal, eh enggak lama kemudian kami di tawari sama orang yang sama dengan ongkos Rp 5000 per orang dengan tujuan Magetan yang nantinya di sana kita bisa naik lagi ke Plaosan jelasnya, kami menyetujui dan kami akhirnya berangkat dengan beberapa penumpang lain yang kemalaman disitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adzan Subuh berkumandang saat kami tiba di Pasar Magetan, udara cukup dingin, tampak aktivitas di pasar tersebut mulai ramai, kami mencari masjid untuk menunaikan kewajiban sholat, setelah itu kami menuju jalan raya, sebentar saja kami di tanyai oleh beberapa sopir untuk menuju kemana akhirnya terjadi transaksi dan sepakat dengan harga Rp 5000 ongkos ke Plaosan per orang. Udara semakin dingin dan tampak barisan rumah – rumah penduduk yang masih sunyi, jalanan terus menanjak sesekali sopir berhenti untuk menunggu penumpang yang rata – rata penumpang di pagi buta itu adalah para ibu – ibu pedagang, sepanjang perjalan sang sopir mengajak ngobrol dan menjelaskan secara detail rute menuju cemoro sewu thanks bro. Sepanjang jalan ke Plaosan sudah tampak gugusan gunung lawu yang tampak hanya menghitam karena hari masih sedikit gelap, akhirnya kami tiba di sebuah pasar, sang sopir menghentikan mobilnya dan menyuruh kami untuk menaiki mobil L300 yang akan mengantar kami menuju Cemoro sewu ataupun Cemoro Kandang, mobil ini sebenarnya tujuan utamanya adalah Tawangma&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ngu Cuma melewati kedua lokasi pintu pendakian terebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pak Bagong begitulah sang sopir mengenalkan dirinya, dengan sangat percaya diri dia bercerita tetntang siapa dia, dia adalah seorang sopir kawakan daerah tersebut dan dia menawarkan jika kelak membawa mobil sendiri maka kita bisa menitipkan mobil di rumahnya begitu juga jika kita butuh untuk mengantarkannya maka di akan siap sedia, begitulah kira- kira yang dia ceritakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Jalan menuju Tawangmangu yang notabene jalan menuju pintu pendakian sangat menanjak, hingga seringkali beberapa penumpang harus turun dan membantu mendorong karena saking menanjaknya jalan dan berkelok – kelok bagaikan seekor ular raksasa yang melilit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi itu pemandangan begitu indah suasana begitu asri di sebelah timur terlihat sang bagaskara mulai merekah dan tampak menyinari puncak Lawu yang tampak tegar menantang, di kiri kanan tampak kebun – kebun sayur yang subur dan ada juga telaga yang tampak tenang dan jernih, semakin lama jalan semakin menanjak dan memasuki hutan yang lumayan lebat, penumpang yang ikut bersama mobil pak Bagong ini banyak yang turun di kawasan hutan tersebut konon kata pak Bagong mereka para pencari kayu bakar yang mencari kayu untuk di jual di pasar – pasar sebagai pemenuhan kehidupan sehari – hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Duduk disebelah kiri saya seorang tua dengan rambut dan jambang y&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaEjMhjfXJI/AAAAAAAAAIY/_Gmx4FxFBFA/s1600-h/lawu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaEjMhjfXJI/AAAAAAAAAIY/_Gmx4FxFBFA/s320/lawu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305560534091783314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ang acak - acakan dan sudah memutih, dia sempat berbasa – basi dengan menanayakan mau naik ke gunung Lawu, ternyata dia juga mau naik ke puncak juga padahal dia sudah sangat tua sekali, saya bertanya tujuan dia kesana, ternyata dia mau bersemedi, wah benar berarti kata orang – orang bahwa Gunung Lawu itu tempatnya bermacam – macam kesyirikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak lama kemudian tibalah kami di Cemorosewu pak Bagong menghentikan mobilnya, dengan gaya sok akrab kami diajak ngobrol dulu dan memberi beberapa tips pendakian antara lain jangan macam – macam dalam melakukan pendakian ( macam – macam seperti apa pak Bagong ? ) , kami membayar dengan ongkos yang telah di tentukan sebesar Rp 15.000 berdua, dan saran terakhir pak bagong ini adalah tentang ongkos pulang dai cemorosewu ke Plaosan sebesar Rp 12.000 berdua, lho kenapa pak Bagong menarik ongkos kami Rp 15.000 ? gak sadar kali ya pak Bagong itu???? Tapi biarlah its good information. Good bye pak Bagong, have anice time and see ya!!.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cemoro sewu sebuah pintu pendakian ke puncak Gunung Lawu yang masih terletak di wilayah Jawa Timur, berada di dalam wilayah kabupaten Magetan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum kami memulai pendakian kami mempersiapkan diri dengan baju – baju hangat kami termasuk sebo atau penutup kepala dan muka, tapi ternyata sarung tangan saya juga gak kebawa dasar pelupa dan maklum memang kami sangat mendadak karena rencana berangkat sebenarnya esok harinya. Pos penjagaan yang biasa para pendaki melapor sebelum memulai pendakian tampak masih tutup jadi kami berdua langsung aja berangkat naik tanpa melapor terlebih dahulu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tepat pukul 06.30 pagi.Udara begitu dingin dan embun masih tampak bergelayutan di dedaunan, sunyi dan segar perjalanan pagi itu, pohon – pohon cemara menyambut langkah kami, dan seekor kijang tampak sedang menikmati rumput hijau yang masih basah oleh embun pagi, hingga dia meloncat – loncat menjauh karena melihat kedatangan kami, sebentar kemudian sinar mentari pagi mulai menerobos dedaunan memberi sedikit kehangatan, jalan terus menanjak dan sesekali burung jalak batu terbang di depan kami lalu berjalan layaknya ingin menunjukkan jalan, subhanallah, sangat lucu tingkah polahnya dan kelak sampai puncak berkali – kali burung – burung ini bertingkah sama. Langit tampak cerah dan di kejauhan tampak gunung – gunung lain berdiri tegak nan hijau, yang terkadang di selimuti kabut tipis. Di sisi kanan kiri jalan terlihat banyak sayur-sayuran seperti wortel dan brokoly yang nampaknya di tanam oleh penduduk sekitar gunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi semakin naik seiring jalan yang semakin naik pula, jalan yang bertekstur bebatuan yang tertata rapi dan cenderung seperti tangga justru membuat saya merasa cepat lelah, seskali kami berhenti untuk membasahi tenggorokan kami dengan air. Hingga akhirnya kami berdua betul – betul merasa kelelahan dan ngantuk karena semalam dalam perjalanan kami tidak dapat tidur sama sekali akhirnya kami putuskan untuk tidur sejenak di tengah jalan dengan di sirami sinar matahari, saking capeknya akhirnya mata ini benar – benar terpejam. Deru angin yang tiba – tiba dan hawa dingin yang menampar tubuhku bangunkanku, kulihat di puncak sana kabut sangat pekat dan bergerak sangat cepat hingga menimbulkan bunyi yang menderu – deru, saya sempat khawatir jangan – jangan akan terjadi badai padahal perjalanan belum ada setengahnya, dengan cepat ku bangunkan teman dan ku ajak melanjutkan perjalanan, kurasakan angin dan kabut bertambah kencang dan pekat tapi dalam hatiku sudah bertekad bahwa pendakian ini haruslah kelar karena kami telah melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, lagian, adapun badai atau apapun tidak akan membahayakan kami atau membunuh kami jika itu tidak di kehendaki oleh Allah Ta’ala. Dengan terus di iringi gemuruh suara angin yang menabrak bebatuan dan rerantingan pohon kami terus menapaki jalan setapak demi setapak, sesekali jika di tempat terbuka tanpa penghalang batu atau pohon ku rasakan angin seolah – olah ingin menghempaskan badan, hingga akhirnya kami sudah mendekati dataran yang sudah kami anggap puncak sebelumnya, kami mendapati sebuah goa yang modelnya seperti sumur, setelah ku amati di dalam dasar goa tersebut saya melihat banyak sekali bekas – bekas sesajen, subhanallah ternyata goa ini adalah tempat kemusyrikan tempat di mana orang – orang itu mencoba berhubungan dengan para setan atau jin yang tidak bisa memberikan maslahat ataupun madharat, sungguh suatu perbuatan yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Tidak lama kemudian kami terus beranjak dari tempat tersebut akhirnya kami tiba di suatu tepat yang agak datar di sana ada bekas gubuk yang sudah di bongkar kami melihat sekeliling begitu gelap dengan kabut jarak pandang kira – kira hanya 10 meter, kami tidak bisa melihat tempat yang lebih tinggi dari tempat ini maka saya berasumsi bahwa ini adalah puncak lawu, tapi saya berpikir waktu saya bertanya sama om google puncak lawu terdapat sebuah monumen, jadi mungkin masih ada lagi puncak tertinggi. Waktu menunjukan jam 11.23 susana sangat gelap tertutup kabut yang sangat tebal dan berhembus sangat kencang, kami menunggu masuknya waktu sholat Dzuhur sambil istirahat di balik gundukan – gundukan tanah yang di tumbuhi pepohonan perdu, tak terasa kami tertidur dalam buaian angin yang menderu – deru tiada henti, ketika terbangun kulihat kabut terlihat kurang dan aku melihat di depan sana sebuah puncak lagi, dan kulihat sepintas seperti ada sebuah bangunan monumen, rupanya itu puncak tertinggi dari gunung ini. Cepat saya bangunkan teman dan tak suruh melihat sehingga sebentar kabut dan angin datang lagi untuk menutupinya hingga kami selesai sholat dan pergi untuk menuju kesana dan puncak itu tak pernah mau nongol lagi dari selimut kabutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah mengisi perut dengan roti kami siap melanjutkan menuju puncak tertinggi tapi tampaknya cuaca betul – betul tidak mendukung dan akhirnya kami memutuskan untuk turun lagi melalui jalur comoro kandang yang masuk dalam wilayah Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan menuju ke jalur cemoro kandang saya banyak melihat bangunan – bangunan yang sepertinya di pakai orang untuk bertempat tinggal, tapi semenjak kami berangkat dari awal di cemorosewu kami tidak menjumpai satu manusiapun, jadi bangunan – bangunan tersebut kosong tanpa penghuni jadi seandainya benar - benar terjadi badai atau hujan deras kami bisa berteduh disana dan di sana terdapat sumber air yang saya melihat sudah sangat berbau kesyrikan, di sediakan pula toilet – toilet duduk, inipun sepertinya di sediakan bukan untuk pendaki yang hanya ingin mencari tantangan atau menikmati ciptaan Allah Yang Maha Tinggi, tapi untuk orang – orang pemuja setan tersebut. Dan masih banyak pula sepanjang perjalanan di puncak bangunan – bangunan yang di pakai untuk semedi atau untuk yang lainnya, sungguh tempat kemusyrikan yang nyata, beginilah kejahiliyahan manusia yang hidup dan di atur tanpa menggunakan undang – undang Allah. Akhirnya kami berjumpa pula dengan sesosok manusia yang sebelumnya kami menyangka bahwa kami di puncak gunung sendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Seorang ibu yang sudah tua dengan di temani dua ekor ayam yang sibu makan di sebelahnya menyapa kami,” mampir dulu mas “ sapanya, ternyata ibu tersebut berjualan dan tinggal disitu, kami sempat membeli beberapa makanan ringan untuk sekedar camilan dan tampak juga makanan lain seperti mie instan dan beberapa minuman botol produk Yahudi ( semoga saya kuat untuk tidak makan atau minum produk – produk negara teroris tersebut ). Setelah berbasa - basi sebentar kami mulai melanjutkan perjalanan Alhamdulillah ibu tua tersebut memberi informasi rute melalui cemorokandang, karena seperti yang saya ketahui di puncak sebelum kita menemukann jalur satu – satunya turun ke cemoro kandang banyak sekali cabang jalan sehingga bisa saja kita akan tersesat atau bahkan berputar – putar, tapi kadanmg juga ada tanda – tanda tertentu yang telah di pasang oleh para pendaki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jalur cemoro kandang sangat panjang sekali, tidak ada jalan yang tertata tapi Cuma jalan setapak yang melingkar – lingkar dan terkadang pula berupa jalan bekas air hujan, dan angin pada jalur ini sangat kencang di saat musim – musim hujan karena posisi rute ini terletak di sebelah barat gunung dan angin pada bulan – bulan ini bertiup dari arah barat, tapi pemandangan pada rute ini sangat indah sekali kita bisa melihat Tawangmangu, perbukitan dan lembah nan hijau menghiasi setiap arah kita memandang. Hutan – hutan lebat dan masih sangat asri, air terjun dan kera – kera hitam saling berloncatan dari dahan satu kedahan lain, suara kicauan burung bersahut – sahutan. Kira – kira kurang satu kilo meter ke pos pertama hujan turun dengan lebat, saya yang lupa tidak membawa ponco akhirnya harus lari tapi sayangnya  akhirnya masih basah juga. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih empat jam kami tiba di pos pertama kira – kira pukul setengah enam sore, kami istirahat di posko sambil mengganti baju yang basah dengan pakaian cadangan, setelah itu kami beranjak menunggu angkutan di sebuah warung – warung di pinggir jalan yang memang kebanyakan melayani para pendaki atau pengunjung lainnya. Setelah makan dan minum susu jahe kami siap untuk melanjutkan perjalan pulang dengan menunggu mobil angkutan, ternyata mobil angkutan sudah tidak ada, sempat terjadi transaksi dengan seseorang yang bawa mobil, tapi harga tidak sepakat karena uang kami pas – pasan, akhirnya kami memutuskan untuk berlindung dari dingin di sebuah mushola, menjelang sholat isya kami di tawari oleh suami orang yang berjualan di warung di mana kami makan tadi, akhirnya kami deal dan di antar ke Plaosan sebenarnya sekalian mau di antar ke Magetan tapi ongkosnya pula yang tidak mencukupi, sampai di Plaosan kami  menunggu angkutan, tapi sayangnya jam segitu angkutan ternyata sudah tidak ada lagi maka kami putuskan untuk tidur di sebuah Masjid sampai subuh tiba, setelah itu baru kami bisa mendapat kendaraan bus mini jurusan Serangan Madiun dengan ongkos sepuluh ribu rupiah per orang kami tiba di terminal Madiun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari masih pagi terminal Madiun masih sangat sepi hanya beberapa tukang ojek dan tukang becak yang sangat aktif menyongsong kedatangan kami untuk menawarkan jasanya, kami mampir ke warung dulu untuk minum the hangat dan makan nasi pecel Madiun, setelah itu baru kami menuju angkutan umum yang parkir rapi menunggu penumpangnya, kami memang berencana untuk naik kerata api. Dengan ongkos Rp 2500 per orang kami tiba di stasiun Madiun. Rupanya kereta api jurusan Surabaya yang kelas ekonomi masih jam 11 siang dan waktu saat itu masih menunjukkan jam tujuh pagi, terpaksa kami istirahat tidur di sebuah mushola stasiun hingga akhirnya kereta api tiba, jam sebelas siang lebih sedikit kereta berangkat menuju Surabaya dan tiba di Surabaya sekitar pukul tiga sore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alhamdulillah akhirya kelar sudah perjalanan kami ke puncak gunung Lawu, Cuma sayang kami tidak membawa kamera untuk mendokumentasikan keindahan – keindahan Gunung Lawu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto di atas minta sama teman yang pernah mendaki kesana juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/search?updated-max=2009-02-05T08%3A50%3A00%2B07%3A00&amp;amp;max-results=1"&gt;Gunung Welirang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;Gunung Arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/ipfilelist.html"&gt;trip to Gunung Lawu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;Gunung Penanggungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-8639898209131649765?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/8639898209131649765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=8639898209131649765&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/8639898209131649765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/8639898209131649765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/puncak-lawu-jam-setengah-sebelas-m-la-m.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaEjm3sTqlI/AAAAAAAAAIg/JKj9tKIy2ac/s72-c/s4025875.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-457749479591496758</id><published>2009-02-19T11:27:00.008+07:00</published><updated>2009-02-23T06:55:36.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trip to Lawu'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {color:purple;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} span.gen  {mso-style-name:gen;} @page Section1  {size:595.35pt 935.55pt;  margin:14.2pt 14.2pt 14.2pt 14.2pt;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1043"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rute ke gunung lawu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah tepatnya di antara &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan Madiun, gunung ini mempunyai ketinggian 3245 m dari permukaan laut ( DPL ). Gunung Lawu adalah gunung yang tidak aktif dan mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit (&lt;i style=""&gt;hutan yang berada pada ketinggian 300 - 750 meter dpl &lt;/i&gt;), hutan Dipterokarp Atas (&lt;i style=""&gt;hutan yangberada pada ketinggian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;750 - 1,200 meter dpl &lt;/i&gt;), hutan Montane (&lt;i style=""&gt;hutan yang berada pada ketinggian 1,200 - 1,500 meter Dpl&lt;/i&gt;), dan hutan Ericaceous&lt;i style=""&gt;( Hutan Ericaceous adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hutan Gunung yang berada pada ketinggian di atas 1,500 meter&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dpl&lt;/i&gt; ).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;      Gunung Lawu terletak dekat dengan jalan raya, karenanya lebih mudah dicapai, sehingga banyak sekali pendaki yang naik ke puncak Gunung Lawu. Untuk menuju kawasan Gunung Lawu bagi yang mengambil rute dari Jawa Timur dapat dimulai dari terminal bis Surabaya ( Bungorasih ) menuju terminal Maospati dengan menggunakan bus kota, dengan ongkos Rp 24.500 (16/02/2009) dilanjutkan ke terminal Magetan dengan mobil angkutan carry dengan ongkos Rp 5000 ( ini berdasarkan pengalaman penulis yang mana baru pertama kali ke Gunung Lawu ) jika anda datang di Maospati siang atau tidak terlalu malam maka anda akan mendapti bus – bus mini yang akan menuju sarangan, setelah di Magetan anda bisa mencari mobil dengan jenis L300 untuk selanjutnya menuju ke Plaosan dengan biaya Rp 5000 juga, selanjutnya dari sini kita bisa mencari angkutan dengan jenis mobil L300 juga yang akan menuju ke Tawangmangu dan kita bisa turun di Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang, dengan ongkos Rp 7500 ( bisa di tawar ). Cemorosewu adalah pintu pendakian yang terletak di distrik Jawa Timur rute ini tidak terlalu panjang seperti halnya di cemoro kandang, dengan jalan yang sudah di tata sedemikian rupa sehingga memudahkan para pendaki untuk mencapai puncak, tapi track ini lumayan menanjak. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Jika anda ingin sedikit lebih irit ongkos maka anda bisa menggunakan jasa kereta api, bisa di mulai dari stasiun Semut atau stasiun Gubeng anda bisa mengecek jadwal pemberangkatan dan tarifnya &lt;a href="http://infoka.kereta-api.com/" target="”_blank”"&gt;disini&lt;/a&gt;. Dari stasiun Semut atau Gubeng langsung menuju ke Stasiun Madiun setelah itu anda bisa mencari angkot yang lewat di depan stasiun dengan kode angkot DD ongkosny Rp 2500 maka anda akan di bawa ke terminal Bus kota Madiun, di sini anda bisa mencari bus mini silahkan tanya bus yang melewati Plaosan yang penulis ingat bus tersebut jurusan ke Sarangan, maka anda bisa turun di Plaosan dengan ongkos Rp 10.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;000 selanjuynya sama seperti yang di atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Pendakian dari desa Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini melewati beberapa pos,pertama pos penjagaan, dimana pengunjung harus lapor terlebih dahulu. Dari Pos penjagaan, jalur agak landai dan batu tersusun rapi. Udara terasa dingin, sepanjang jalan tampak pemandangan hutan yang menyegarkan mata, dan kera-kera berlopatan dari ranting pohon, juga sesekali terlihat kijang yang sedang merumput. Dan sepanjang jalan ini kita akan sering menjumpai burung Jalak Batu yang bertingkah sangat lucu dan bersahabat sekali, mereka seolah berjalan menunjukan jalan kepada kita dan burung – burung ini sangat menyukai roti jika kita melemparkan roti kepada mereka, mereka langsung memakannya sambil terus melihat kearah kita, sangat lucu sekali, tapi sayangnya hal seperti ini banyak di salah artikan yang menganggap sebagai pertanda baik atau buruk, padahal itu bisa menjatuhkan diri kita kedalam kemusyrikan. Dan padahal Allah Ta’ala menciptakan makhluk ini dengan di berikan tingkah polah seperti itu, sebab saya juga menemuinya waktu saya mendaki Gunung Welirang dan tingkahnya persis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Puncak G. Lawu berupa dataran yang berbukit-bukit, serta masih banyak dijumpai sisa-sisa kawah yang telah lama tidak aktif. Dan puncaknya kita bisa menyaksikan. panorama yang sangat menawan juga lembah Tawangmangu dan Sarangan dengan danaunya yang indah. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di atas ketinggian 3.245 meter dari permukaan laut (dpl), puncak Gunung Lawu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak aktif, menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan, Sarangan dengan danau indahnya, birunya Laut Selatan, hingga suguhan sunset dan sunrise, bahkan desa dan kota-kota di sekitarnya, termasuk Solo, menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak Lawu. Akan mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. Tak ubahnya, pengunjung seolah berada di atas awan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Dari Cemorosewu sampai ke puncak memakan waktu±5 jam( berdasarkan pengalaman penulis ), sedangkan turunnya membutuhkan waktu ± 4 jam ( lewat Cemoro Kandang ).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Track Cemoro kandang lumayan jauh di bandingkan dengan cemoro sewu jalannya berkelok – kelok ( zigzag ) dan licin di saat musim hujan karena strukturnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tanah tapi pemandangannya lebih bagus dari rute lewat cemoro sewu, jika anda turun melalui rute ini, anda bisa menyiasati memotong jalan yang berkelok – kelok tersebut dengan melalui jalan air hujan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Di balik keindahan yang memukau, Puncak Lawu merupakan tempat orang banyak melakukan kemusyrikan Setidaknya ada tiga tempat yang di anggap keramat yaitu; Puncak Argo Dalem, Argo Dumilah dan Argo Dumiling. Banyak orang datang ke puncak lawu hanya untuk melakukan ritual – ritual yang tak jelas juntrungnya bahkan tidak jarang pula orang yang sudah tua renta nekat untuk naik ke puncak juga untuk sekedar melakukan ritual – ritual khusus, hal ini saya ketahui ketika saya berangkat dari Plaosan menuju Cemoro Sewu, kebetulan sebelah saya duduk di bangku depan adalah orang tua yang mau muncak sekedar ingin bertapa katanya, dan orang tua ini berlagak seolah – olah yang mempunyai Gunung Lawu dalam hati kecil saya berkata &lt;i style=""&gt;macam betul&lt;/i&gt;.tapi sayangnya kami berpisah di cemoro sewu karena pak tua tersebut mau mendaki dari cemorokandang yang menurut dia jalannya tidak terlalu menanjak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Kemusyrikan Puncak Lawu tak lepas dari cerita tentang Raja Majapahit, Prabu Brawijaya. Konon, melihat salah seorang anaknya, Raden Patah, masuk Islam dan mendirikan kerajaan islam di Demak, Sang Prabu yang memeluk agama Budha merasa gelisah. Muncul kegamangan tentang kelangsungan Kerajaan Majapahit. Untuk itu, dia bermeditasi. Wisik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. Rampung meditasi Sang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. Sang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya, siapa yang menguasai Gunung Lawu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. Yakni ke barat hingga Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan, dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Gunung Lawu akan terus menjadi tempat kemusyrikan jika kita terus mempercayai hal yang berbau mistis tersebut, ingatlah wahai para pendaki gunung Lawu segala makhluk baik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berupa Jin atau Manusia tidak akan bisa memberi maslahat atau madharat kecuali tuhan yang menciptakan kita semua yaitu Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;     Jika dalam perjalanan kita menuju puncak kita tersesat atau sukses bahkan meninggal atau hilang, itu bukan karena di sebabkan oleh makhluk – makhluk penyesat aqidah tersebut. Tapi semuanya kita kembalikan kepada zat yang Maha Tahu dan Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;     “ Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin , maka jin-jin itu mena&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;mbah bagi mereka dosa dan kesalahan”&lt;/i&gt;. (QS.Al Jin : 6)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SZz0ihc1E3I/AAAAAAAAAIQ/5IkjyQ3a7Do/s1600-h/lawu.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaHjfowa3ZI/AAAAAAAAAIo/SZ1W6RnnzXM/s1600-h/map+to+lawu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaHjfowa3ZI/AAAAAAAAAIo/SZ1W6RnnzXM/s320/map+to+lawu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305771968675110290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-457749479591496758?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/457749479591496758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=457749479591496758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/457749479591496758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/457749479591496758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/ipfilelist.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SaHjfowa3ZI/AAAAAAAAAIo/SZ1W6RnnzXM/s72-c/map+to+lawu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-3105362676011335864</id><published>2009-02-16T13:30:00.007+07:00</published><updated>2009-02-16T14:15:06.730+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibmu edellweis...&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Edelweis&lt;i&gt; Anaphalis javanica&lt;/i&gt; adalah tumbuhan gunung yang terkenal, tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia, tetapi tumbuhan yang cantik ini sekarang sangat langka.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertent&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SZkK08tC4eI/AAAAAAAAAH4/gMoXJvuy-0g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 261px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SZkK08tC4eI/AAAAAAAAAH4/gMoXJvuy-0g/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303281940970004962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;u yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah terlihat mengunjunginya. Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik &lt;i&gt;Myophonus glaucinus. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Gunung Gede-Pangrango. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat dihadapi. Sayangnya keserakahan serta harapan-harapan yang salah telah mengorbankan banyak populasi, terutama populasi yang terletak di jalan-jalan setapak.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edelweis dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabang-cabangnya. Oleh karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kapa85.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sumber artikel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-3105362676011335864?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/3105362676011335864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=3105362676011335864&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/3105362676011335864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/3105362676011335864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/nasibmu-edellweis.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SZkK08tC4eI/AAAAAAAAAH4/gMoXJvuy-0g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-2706852568455408680</id><published>2009-02-05T08:50:00.007+07:00</published><updated>2009-02-05T10:33:57.422+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balada Pedekar Gunung Welirang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Comic Sans MS";  panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:script;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Guratan wajahnya tampak mengeras dan beku, mengabarkan kehidupan yang di laluinya sangat keras, dan terkadang sulit rasanya untuk tersenyum. Urat – urat tubuhnya sangat jelas terlihat bahwa dia penakhluk alam se&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;jati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Itulah sekilas gambaran para pencari belerang di gunung welirang, mereka tiap hari&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; naik dan turun gunung hanya untuk mendapatkan bongkahan – bongkahan belerang. Mungkin bagi orang yang belum pernah menyaksikan langsung proses peng&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ambilan belerang tidak akan heran &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpL-LH9GbI/AAAAAAAAAGw/a8K6d09rB6c/s1600-h/SDC10574+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpL-LH9GbI/AAAAAAAAAGw/a8K6d09rB6c/s320/SDC10574+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299131443064936882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;mendengar tentang ketangguhan dan keberanian para pendekar gunung welirang ini, berkilo – kilo meter jauhnya dan jalan yang terjal dan sangat menanjak mere&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ka lalui, mereka naik dengan memanggul alat yang di sebut dengan &lt;i&gt;‘geledekan’&lt;/i&gt; kira – kira beratnya sekitar dua puluh kiloan dan mereka turun dengan menariknya dengan muatan kira – kira satu kwintal lebih belerang, sungguh pekerjaan yang sangat radikal, belum lagi rute yang mereka tempuh sangat membahayakan jiwa mereka, karena di puncak dimana mereka mengambil belerang penuh dengan batu – batu yang rentan longsor yang bisa menimpa mereka setiap saat, dan jurang yang sangat dalam yan&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpPYJVTkTI/AAAAAAAAAG4/e4CdJYUtA1I/s1600-h/IMG_2507.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpPYJVTkTI/AAAAAAAAAG4/e4CdJYUtA1I/s320/IMG_2507.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299135187795546418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;g mana jika terpeleset maka nyawa bisa melayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Belerang ini terdapat di sebuah lobang yang menganga seperti gua atau semacam terowongan yang menjulur memanjang dari atas dan mengeluarkan asap te&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;rus menerus seperti perapian yang sedang membakar kayu bakar, dari mulut lobang tersebut keluar cairan yang sangat kental berwarna kuning kemerah – merahan, cairan inilah yang kelak akan mengeras menjadi sebuah bongkahan – bongkahan keras seperti batu yang di sebut dengan belerang, bisanya para penambang belerang akan mengambil belerang yang telah menggumpal di mulut lubang tersebut setiap seminggu sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Belerang – belerang ini di kumpulkan di sekitar tempat tersebut dan para penambang belerang akan mengambilnya dengan mema&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;nggulnya untuk di bawa ke tempat mereka menaruh &lt;i&gt;‘geledekannya’&lt;/i&gt;, karena lokasi pengambilan belerang hanya berupa jalan batu tebing yang hanya cukup untuk berjalan satu orang saja, para penambang akan mengepak ulang belerang yang telah di ambil dari pusatnya tersebut mereka menata sedemikian rupa supaya bisa di angkut dengan alat pengangkut tersebut, setelah itu mereka akan menariknya turun menyusuri jalan yang terjal berkelok-kelok dan banyak jurang-jurang yang menganga dalam yang siap menelan apa saja yang jatuh kedalamnya, rute yang paling ekstrem adalah rute dari puncak dimana mereka mengambil belerang hingga ke pondokan yang mana para penambang tersebut bisa istirahat di pondok – pondok yang mereka bikin, rupanya mereka sangat kreatif juga mem&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpWXMNVHQI/AAAAAAAAAHA/jDW69xBQlVg/s1600-h/IMG_2558+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpWXMNVHQI/AAAAAAAAAHA/jDW69xBQlVg/s320/IMG_2558+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299142867968924930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;bikin tempat tinggal sementara untuk istirahat, bentuknya lumayan artistik. Di lokasi ini para penambang biasa menimbang belerang yang mereka angkut dengan timbangan yang telah di sediakan oleh para penambang itu sendiri sebelum mereka mengangkutnya ke tempat pengumpulan terakhir. Jarak ke tempat pengumpulan terakhir ini sekitar sepuluh kilometer dengan rute yang tidak terlalu ekstrem seperti ketika mereka mengambil ke puncak gunung, dari sini para penambang mengepak ulang yang terakhir untuk selanjutnya akan di bawa dengan mobil 4wd yang sungguh luar biasa bisa menaiki medan yang seperti itu, sungguh semuanya serba ekstrem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/berdua-di-puncak-welirang-normal-0.html"&gt;puncak welirang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;puncak arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt; puncak penanggungan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-2706852568455408680?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/2706852568455408680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=2706852568455408680&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/2706852568455408680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/2706852568455408680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/balada-pedekar-gunung-welirang-normal-0.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYpL-LH9GbI/AAAAAAAAAGw/a8K6d09rB6c/s72-c/SDC10574+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-548910633044443982</id><published>2009-02-04T08:25:00.010+07:00</published><updated>2009-02-05T16:23:45.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puncak welirang'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdua di puncak Welirang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwR5SBtXI/AAAAAAAAAGY/o3PtUvOvHd4/s1600-h/Foto%28145%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwR5SBtXI/AAAAAAAAAGY/o3PtUvOvHd4/s320/Foto%28145%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298889889314616690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=""&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen  {mso-style-name:gen;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hujan lebat menyambutku ketika kami baru menjejakkan kaki di puncak Welirang. Suasana gelap tertutup kabut, hanya angin yang menderu – deru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Perjalanan ke gunung kali ini terhitung sangat ekstrim karena saya tidak pernah menyiapkan rencana sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sore&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu sepulang dari kerja seharian saya langsung menunaikan sholat Maghrib, belum sempat mandi karena sholat jamaah di sebuah masjid telah di mulai, selesai sholat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada teman yang datang dan mengajak untuk mendaki gunung saya langsung menyetujuinya karena kegiatan ini selain melatih fisik dan juga melatih mental kita dengan berbagai kesulitan yang biasa terjadi di sebuah gunung, akhirnya kami sepakat untuk pergi ke Gunung Welirang padahal sebelumnya teman ini juga gak ada niat untuk mendaki gunung. Akhirnya dengan berbagai perbekalan saya siapkan, sementara teman yang lain pulang untuk mempersiapkan perbekalan mereka juga, karena bulan ini ( Januari / Februari ) termasuk bulan di mana curah hujan sangat banyak turun di daerah yang berbasic iklim tropis maka saya harus membawa jas hujan juga, dan karena mendadaknya rencana maka terpaksa harus membeli dulu jas hujan ketika dalam perjalanan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sekitar jam setengah dua belas malam kita sampai di pos pertama di mana kita akan mendapatkan ijin dari petugas sekaligus menitipkan kendaraan kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lagi – lagi petugas dan kantornya tutup sehingga kami bingung di mana harus nyari tempat penitipan motor kami kesana kemari untuk sekedar nyari tempat parkir tapi enggak ada yang mau karena maklum di tempat itu adalah daerah wisata yang mayoritas bangunannya adalah berupa hotel, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;vila&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau penginapan. Kami &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqv7eeHSVI/AAAAAAAAAHI/en7aE1YWskU/s1600-h/AK000252.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqv7eeHSVI/AAAAAAAAAHI/en7aE1YWskU/s320/AK000252.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299241347881322834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sebenarnya sudah hampir putus asa dan memutuskan untuk mendaki besok paginya, tapi alhamdulillah akhirnya ada yang ngasih tahu rumah petugasnya dan akhirnya kita bangunkan dia dan kita di beri ijin untuk mendaki, tapi sayangnya petugas tersebut memberi peringatan yang membuat hatiku sedikit kecewa, dia memberitahukan bahwa cuaca buruk, hujan dan badai, dan dia menyarankan untuk tidak ke puncak supaya cuma sampai di pos tiga aja, tapi saya sudah bertekad dalam hati bahwa saya harus sampai ke puncak karena saya teringat dari kata – kata kang Imam ketika di tanyai seorang wartawan mengenai kematian dia menjawab mati tidak bisa di majukan atau di mundurkan walaupun cuma satu detik saja, dan memang benar Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 145 yang artinya &lt;i&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya&lt;/span&gt; “.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tengah malam, berempat kita mulai menyusuri jalan yang menanjak yang basah oleh bekas siraman hujan yang turun malam itu. Setapak demi setapak kaki mengijakkan ke dataran tinggi yang alami ini, belum sampai setengah dari perjalanan menuju pos dua mata ini terasa berat minta di pejamkan dan ternyata bukan hanya saya yang merasa ngantuk, semua teman juga mersakan hal yang sama akhirya kami beristirahat dan tertidur di tangah jalan berbatu dan gelap yang pekat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Perlahan hawa dingin menjalar keseluruh tubuhku yang akhirnya bangunkanku dari tidur.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya bangunkan teman – teman yang tampaknya masih enjoy dengan ngantuknya, akhinya kita lanjutkan perjalanan hingga akhirnya subuh kita sudah sampai di pos kedua. Setelah sholat subuh kita ngisi air untuk perbekalan dan sarapan secukupnya kemudian kami berangkat lagi menuju pos ke tiga. Suasana sangat sepi dan tidak saya temui satu pendaki pun yang naik ataupun turun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cuma saya lihat di pos dua ada sebuah tenda nggak tahu dia mau naik atau mau turun. Saya semakin bertanya – tanya dalam hati berarti b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwhZfN27I/AAAAAAAAAGg/7JBSF9MoDBg/s1600-h/Foto%28157%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwhZfN27I/AAAAAAAAAGg/7JBSF9MoDBg/s320/Foto%28157%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298890155657911218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;enar yang di katakan petugas tadi kalu tidak ada yang mendaki gunung saat ini, bahkan pencari belerangpun libur, saya semakin cemas jangan – jangan memang sedang badai di atas &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Setapak demi setapak terus kami lalui jalan yang berbatu, akhirya rombongan kami berempat terpecah menjadi dua kelompok karena ada teman yang bermasalah dengan sandalnya, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan dahulu dan kami sepakat jika mereka tidak melanjutkan perjalanan maka kami berdua akan melanjutkannya sampai puncak hanya berdua saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan hanya berdua saja, ini merupakan sebuah tantangan baru karena di antara kami belum ada yang tahu rute ke puncak welirang, hari itu suasana di perjalanan benar – benar lumayan ekstrim, kabut terus menerus menutup pandangan kami hingga jarak pandang kami Cuma sekitar tiga meter, dan suara menderu – deru angin yang menabrak ranting – ranting cemara menambah ketegangan suasana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Akhinya jam sepuluh pagi kami sampai di pos tiga, dan ternyata di sini sudah ada beberapa pendaki yang ngekamp di sini ternyata petugas itu bohong atau mungkin tidak tahu bahwa ada banyak pendaki di sini dan juga orang yang mengambil belerang bekerja seperti biasannya. Kami istirahat sebentar untuk mengisi perut dan mengisi air minum di sumber mata air yang ada di situ, hingga akhirnya melanjutkan perjalanan ke puncak, track inilah yang di antara kami berdua belum pernah melewatinya karena track untuk sampai ke pos tiga saya pernah melewatinya waktu naik ke &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gunung Arjuno&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;karena track ke Arjuno dan welirang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melalui pintu pandaan sama sebelum akhirnya pisah di pos tiga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan hanya mengandalkan kenekatan kami terus merayap naik menyusuri jalan orang – orang yang mengambil belerang, karena asumsi saya belerang ada di puncak gunung dan dekat dengan kawah maka jalan ini pasti akan mengantarkan kita sampai ke puncak, Alhamdulillah ternyata benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kami bertemu tiga orang pendaki yang turun dari puncak mereka bilang cuaca buruk kabut sangat pekat dan kecepatan angin 100 km per jam, tapi kami sudah bertekat untuk menyelesaikannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hujan lebat mengguyur kami tepat saat kaki kami menjejakkan di atas welirang, padahal perjalan ke kawahnya masih jauh, angin menderu – de&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwyjR3BCI/AAAAAAAAAGo/mgKJGapRq6c/s1600-h/Foto%28159%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwyjR3BCI/AAAAAAAAAGo/mgKJGapRq6c/s320/Foto%28159%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298890450344018978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ru kabut menyelimuti kami hingga di kanan kiri kami kedalaman jurang tidak bisa kita lihat yang ada cuma putih kabut, kami teruskan perjalanan dengan menyusuri tebing – tebing yang yang curam sungguh sangat menegangkan dan menantang tapi sangat indah dan luar biasa kebesaran Allah atas ciptaanNya. Akhirnya kita sampai di tempat di mana orang – orang mengambil belerang, bau belerang sangat menyengat dan tampak sebuah kawah belerang yang terus mengeluarkan asap yang menyegat dan mengeluarkan partikel cair yang kelak mengeras menjadi belerang, saat itu hujan turun semakin lebat dan kabut terus menerpa kami dari jurang yang sangat gelap de sebelah kiri kami, akhirnya kami memutuskan untuk turun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi sangat di sayangkan kamera yang kami bawa baterainya drop ( hp ) sehingga kami tidak bisa mengabadikan keindahan suasana yang mencekam di punggung welirang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari puncak sekitar jam 2 siang sampai pos pertama jam sembilan malam, hujan terus mengguyur kami…Alhamdulillah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Gunung adalah makhluk Allah yang sungguh menjulang dan besar dan Allah menciptakannya sebagai pasak dari bumi yang kita tempati ini, &lt;i&gt;“&lt;span class="gen"&gt;dan gunung – gunung sebagai pasak “ (An Naba : 7 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dan kita banyak mengambil dari hikmah dari sebuah pendakian, malatih mental,fisik dan kesabaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;“ &lt;i&gt;Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah  gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” ( al Hasyr : 21 )&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; special thanks to Allah SWT and the prophet Muhammad Rasulullah SAW, Zainul the guy who accompanyied me to the summit, pak Eko and some one that dont want be told.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;and this writing i dedicate for all my  friends ( jahiliyah ) . stop guys ! dont spend your time for nothing, be good and right mosleem...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;puncak penanggungan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/blog-post.html"&gt; foto-foto di welirang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-548910633044443982?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/548910633044443982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=548910633044443982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/548910633044443982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/548910633044443982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/berdua-di-puncak-welirang-normal-0.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYlwR5SBtXI/AAAAAAAAAGY/o3PtUvOvHd4/s72-c/Foto%28145%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-8646440124692254504</id><published>2009-01-28T08:41:00.007+07:00</published><updated>2009-01-31T07:24:17.137+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kentut....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pernahkah anda melakukan reset tentang kentut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makanya, jangan cuma tahu bau dan suaranya saja, malah kadang ketawa karena temen sebelahnya lagi mengeluarkan gas amoniak itu. yuk ikta telusuri bersama......!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari mana asal kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari gas dalam usus. gas ini berasal dari udara yang kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;, gas dari reaksi kimia dan juga gas dari bakteria dalam perut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa komposisi kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bervariasi. Makin banyak udara yang kamu telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut ( oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus ). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteria juga menghasilkan metana dan hidrogen. dan proporsi masing - masing gas tyergantung apa yang kamu makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteria dalam usus, serta berapa lamanya kita menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas - gas lain terabsorbsi ( terserab ) oleh darah melauli dinding usus. orang yang makannya tergesa - gesa kadar oksigen dalam kentutnya akan lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat menyerap oksigen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa kentut berbau busuk ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini di sebabkan karena kandungan hidrogen sulfida dan merkaptan yang ada di dalamnya. kedua senyawa ini mengandung sulfur ( belerang ). makin banyak kandungan sulfur  dalam makananmu, akan semakin banyak pula sulfida dan merkaptan yang di produksi oleh bakteri dalam perut, dan makin busuklah kentut anda. Telur dan daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. dan kacang - kacangan berperan besar dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa kenntut berbunyi ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut di produksi. kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berapa banyak kentut di produksi tiap hari ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rata - rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah setiap orang kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah pasti. Kamu harus tahu, Allah Maha Adil. Mau menyanggah keadilan Allah ...??!! 5 hari gak kentut, oprasi kamu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Betulkah laki - laki kentut lebih sering dari pada perempuan ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak ada kaitannya dengan gender. kalu benar, berarti perempuan menahan kentutnya, dan saat kentut banyak sekali jumlah yang di keluarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat apa biasanya orang kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi hari di toilet. Yang di sebut " Morning Thunder ". kalu resonansinya bagus, bisa sampai kedengaran keseluruh penjuru rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Udara yang tertelan, makan terburu - buru, makan tanpa di kunyah, minium softdrink, naik pesawat udara ( karena tekanan udara kebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi dan muncul sebagai kentut )- nah loo...ati - ati kalu makan, jangan keburu -0 buru takut bunyi jaros. makanya, manfaatkan waktu dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisakah menyalahkan mancis api dengan api ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan mengada - ada...konsistensinya lain. juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa kentut anjing dan kucing lebih busuk ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena anjing dan kucing adalah karnivora ( pemakan daging ). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini jauh lebih busuk. Lain dengan herbiovora sdeperti kambing, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah warna kentut ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak berwarna. kalau warnanya orange seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet venus ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Planet venus sudah banyak mengandung sulfur ( belerang ) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber al Mukminun/edisi17/maret2008/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;menuju puncak arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;menuju puncak penanggungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/never-giving-up.html"&gt;we'll never go down&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-8646440124692254504?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/8646440124692254504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=8646440124692254504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/8646440124692254504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/8646440124692254504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/pernahkah-anda-melakukan-reset-tentang.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-1720546553430004357</id><published>2009-01-26T08:16:00.012+07:00</published><updated>2009-01-31T07:27:42.245+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;never giving up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian pasti telah banyak mendengar tentang derita anak - anak Gaza, Palestina, yang beberapa minggu lalu di bantai oleh orang - orang Israel. tulisan di bawah ini adalah syair dari sebuah lagu yang menceritakan penderitaan sekaligus semangat dari penduduk Muslim Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" tidak ada malam kecuali tanpa perlawanan dan kami tidak akan pernah menyerah meski kalian menghancurkan Masjid, Rumah dan Sekolah - sekolah kami..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SX0Y_7dexwI/AAAAAAAAAEI/5_naA7W_5zc/s1600-h/933547081_22124fcc7d.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SX0Y_7dexwI/AAAAAAAAAEI/5_naA7W_5zc/s320/933547081_22124fcc7d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295416223429740290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WE WILL NOT GO DOWN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- for Gaza-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cahaya putih yang membutakan mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyala terang di atas langit Gaza malam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang berlarian untuk berlindung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka datang dengan tank dan pesawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames And nothing remains&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan kobaran api yang membinasakan Dan tak ada yang tersisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya teriakan yang terdengar di tengah asap tebal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I n the night, without a fight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di malam hari, tanpa sebuah perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seperti wanita dan anak-anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam demi malam dibunuh dan di bantai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sementara para pemimpin nun jauh di sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berdebat tentang siapa yg salah &amp;amp; benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi kata-kata mereka sia-sia tak berarti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujan asam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ebal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam hari, tanpa perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SX0ZYDj1IdI/AAAAAAAAAEQ/p4HOuZHeqKs/s1600-h/anak-palestina-korban-israel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SX0ZYDj1IdI/AAAAAAAAAEQ/p4HOuZHeqKs/s320/anak-palestina-korban-israel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295416637920715218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html" target="_blank"&gt;Michael Heart&lt;/a&gt; lahir di Syiria. Kehidupannya bernuansa multikultural karena dia hidup dan besar di berbagai negara. Lahir di Syiria, besar di Swiss dan Austria, serta Timur Tengah dan saat ini tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam situs pribadinya dia tidak menjelaskan apa agamanya, yang jelas dia sangat merasa sedih dengan melihat warga palestina yang di bantai oleh  Israel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia membolehkan lagunya di unduh secara gratis di internet, dengan saran agar mau mendonasikan sebagian rejekinya untuk korban di Palestina. Ini petikan yang di ambil dari situs pribadi milik michael Heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ I have decided to make the song available free of charge. I would like to request that after downloading the song from this page, you kindly donate directly to a charity or an organization dedicated to alleviate the suffering of the Palestinian people.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;SAVE OUR PALESTINA !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendaki gunung &lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;penanggungan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;arjuno&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-1720546553430004357?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/1720546553430004357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=1720546553430004357&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1720546553430004357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1720546553430004357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/never-giving-up.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SX0Y_7dexwI/AAAAAAAAAEI/5_naA7W_5zc/s72-c/933547081_22124fcc7d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-508817214329097657</id><published>2009-01-23T14:20:00.008+07:00</published><updated>2009-02-05T11:10:17.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puncak Arjuno'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Puncak Arjuno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Desauan angin menyapu ranting – ranting cemara merajut symponi kebasaran_Nya,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;… dan kabut pun turun ……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkYeUwqSTI/AAAAAAAAAAo/0yws-hboRu8/s1600-h/SDC10590.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 291px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkYeUwqSTI/AAAAAAAAAAo/0yws-hboRu8/s320/SDC10590.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294289746198677810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar – nyambar diiringi gelak halilintar yang gahar, saya merasa cemas dan ragu, maklum malam itu saya bersama teman – teman mau mendaki gunung Arjuno yang terletak di daerah Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua berbaris rapi u&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ntuk menerima instruksi dari komandan perjalanan kami, mengecek segala &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;peralatan yang mesti kami bawa supaya jangan sampai ada yang terting&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gal, komandan begitu tegas memberi intruksi supaya kita benar – benar menjadi pendaki yang profesional yang bisa memahami segala permasalahan di atas makhluk c&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;iptaan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; yang sangat menjulang tersebut, setelah berdo’a kami berangkat beriringan menurut shof yang diatur oleh komandan, kurang lebih jam dua belas malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam terus berjalan menelan apa saja yang ada dengan kegelapannya kami berjalan beriringan menyusuri jalanan yang terus menanjak, bau rerumputan dan bau tan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ah basah merasuk kedalam paru – paruku dan menyegarkan jiwaku, Subhanallah Engkau Maha Sempurna dengan segala apa yang Engkau Ciptakan. Malam  terus beranjak guna menyongsong sang pagi yang terus merayu, suara binatang – binatang malam bernasyid ria seolah berdzikir memuji kebesaran_Nya dengan menganugerahkan alam yang begitu elok yang jauh dari polusi akibat tangan – tangan manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perlahan  terdengar sayup – sayup suara adzan berkumandang  jauh di bawah sana pertanda fajar telah tiba dan karena itu Engkau menyeru kepada setiap insan untuk &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;segera bersujud di hadapan_Mu, tak lama kami memasuki pos kedua yang biasa di sebut denga&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkfMHleJoI/AAAAAAAAABQ/WA6cv2S_rpE/s1600-h/IMG_2500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkfMHleJoI/AAAAAAAAABQ/WA6cv2S_rpE/s320/IMG_2500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294297130005833346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;n nama Kop – kopan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Udara begitu dingin, kami beristirahat sebentar sambil memasak nasi dan membuat minuman penghangat seperti kopi dan ja&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;he, selanjutnya kami berkumpul mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan berikutnya, kurang lebih pukul enam pagi kami berangkat melanjutkan pendakian ke pos tiga, rute yang kami tempuh lumayan tidak &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sulit seperti jalan yang belum di aspal pada umumnya tapi sangat jauh dan menanjak,sehingga membuat saya ser&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ing taking arest for a moment, tapi perjalanan yang jauh dan melelahkan ini seimbang dengan pemandangan yang begitu indah, pohon – pohon cemara tegak menjulang tampak saling bercengkerama, dan lembah – lembah tampak menghijau dengan lebatnya pepohonan yang mayoritas pohon cemara, suara kicauan burung bersahut – sahutan berdendang ria bersyukur, terlihat pula bebarapa monyet hitam berlompatan dari dahan ke dahan, dan nun jauh di sana terlihat Gunung Penanggungan yang tampak berselimut kabut tanda udara dingin menyelimutinya, terlihat pula puncak Welirang yan&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkaT7dCbPI/AAAAAAAAAA4/AjqGyboB07I/s1600-h/SDC10501.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 241px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkaT7dCbPI/AAAAAAAAAA4/AjqGyboB07I/s320/SDC10501.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294291766630051058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;g telanjang dan selalu mengepulkan asap seolah seseorang pecandu rokok yang enggan meninggalkan rokoknya. Kurang lebih empat jam, kami akhirnya tiba di pos tiga yang biasa di sebut dengan Pondok, pondok ini adalah lokasi dimana kita bisa menentukan pilihan karena a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;da dua pilihan jalur menuju ke puncak gunung yang berbeda yaitu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;puncak Welirang dan Puncak Arjuno itu sendiri dimana memang jalur ke Arjuno dan Welirang memang sama dan berkhir disini. Pos tiga ini adalah daerah terbuka yang tidak terlalu luas dan berbatu, dimana lokasi ini banyak pondok – pondok sederhana yang dibikin par&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a tukang pencari belerang untuk beristirahat atau untuk menampung belerang hasil pengambilannya di puncak gunung Welirang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami beristirahat meluruhkan penat dan mengisi energi tubuh dengan memasak nasi dan membuat minuman penghangat , setelah selesai semuanya kami berangkat lagi kali ini kami akan menuju ke tempat camping yang biasa di sebut oleh para pendaki sebagai Lembah Kijang dimana kami akan beristirahat dan menyiapkan diri untuk melanjutkan pendakian utama yaitu menuju puncak Arjuno, perjalanan dari pos tiga menuju lembah kijang tidak jauh sekitar tiga kilo meter dengan track yang tidak mendaki cuma melewati hutan cemara yang lumayan lebat. Perjalanan ke Lembah Kijang memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah menembus hutan cemara dan semak – semak hu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tan yang sangat lebat akhirnya kami nyampe di Lembah Kijang, savana yang tidak begitu luas, hamparan rumput tebal menghampar bak permadani alam di pagari dengan keperkasaan cemara yang berjajar, dan kami pun mendirikan tenda, tepat di bawah naungan puncak Arjuno yang tinggi menjulang. Sesekali kabut tipis datang menyapa kami dengan mengusapkan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; udara basahnya. Kamipun berge&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gas mendirikan tenda – tenda yang telah kami bawa, dan mencari potongan – potongan kayu guna membuat perapian sebagai penghangat tubuh yang serasa beku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan senjapun turun setelah mengantarkan matahari pulang ke peraduannya, suasana begitu indahnya, saya merasa begitu kecil tatkala kupandang ke atas sana, sebuah gugusan tanah mengerucut tinggi, Allahuakbar..sungguh Maha Besar Engkau…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You are the supreme being..n’ I’m a weak creature, then…namida wa futte ita……&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam yang pekat membalut kami menyembunyikan apa yang ada di dalamnya menyimpan bisu tentang sebuah rahasia, rahas&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ia yang hanya bisa di kuak dengan sebuah cahaya keimanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Binatang malam tampak asyik terdengar lagi, menikmati malam yang tanpa awan. Yah… malam ini langit tanpa sehelai awan tapi bulan belum bertugas jaga menerangi bumi malam itu, hanya beberapa bintang yang berkedip – kedip jauh di sana. Kami pun berjajar mengelilingi api unggun kecil yang kami buat untuk sekedar sedikit menghilangkan dinginnya udara di lembah tersebut, sambil sesekali membasahi perut yang terasa beku dengan meminum hot &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkZbdQVv7I/AAAAAAAAAAw/G13Hhx006yM/s1600-h/IMG_2531.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkZbdQVv7I/AAAAAAAAAAw/G13Hhx006yM/s320/IMG_2531.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294290796451053490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ginger, seandainya Allah tidak menunjukkan jalan kepada hamba_Nya yang faqir ini mungkin bukan segelas hot ginger yang saya tenggak tapi a bottle JeamBea&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;m atau saudaranya, itu adalah barang terlaknat dan Alhamdulillah saya sudah tidak membutuhkan lagi keberadaannya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;..and keep all alcohol and addictive away! Perform this bow to Allah only.&lt;/span&gt; Malam semakin larut hingga mata ini membutuhkan untu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;k di pejamkan karena setelah berjalan yang cukup panjang dan malam itu pula kami dajadwalkan untuk mendaki ke pun ak pukul dua belas malam, sayapun merebahkan badan tapi hanya sebentar karena udara yang sangat – sangat dingin membuat saya kembali ke perapian untuk menghangatkan tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya waktu sudah menunjukkan jam dua belas malam kamipun bersiap – siap dengan perbekalan kami seperti air, jas hujan karena bisa saja hujan turun sewaktu – waktu mengingat bulan itu hujan biasa turun, senter karena medan sangat curam dan menanjak maka setiap orang harus membawa senter sendiri – sendiri, tapi ternyata ada juga yang tidak membawa senter karena suatu sebab bateray habis, atau dopnya putus termasuk punya sa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ya sendiri, tapi alhamdulillah a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;da rombongan yang menggunakan lampu neon portable  sehingga yang tidak punya penerangan pribadi bisa mengikuti yang membawa lampu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kamipun akhirnya berangkat menyusuri jalan setapak yang terus mendaki, sesekali kami diterangi oleh kilatan cahaya dari langit, malam semakin pekat dan dingin semakin membalut perjalanan kami, hembusan angin merdu menggesek dedaunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pohon – pohon cemara tampak gahar berdiri tegak di bibir – bibir jurang. Puncak semakin dekat dan deruan angin semakin keras menderu menampar kesunyian, sesekali kabut basah menerpa kami menambah kedinginan malam itu. Subhanallah subuhpun tiba dan kami sudah berada pada dataran puncak pertama, kami sholat berjamaah diantara bebatuan yang berserakan di sana-sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;…Pagi ini saya berdiri tegak diatas  puncak makhlukMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;mereguk semua yang ada  di atas kebesaranMu……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;…hamparan awan damai me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;mbentang, seperti padang terhampar jauh memandang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;    ……Dan kabutpun turun…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaikan berdiri di atas awan pada puncak ketinggian 3.339 meter diatas permukaan laut, tampak gugusan pegunungan lain, puncak welirang tampak di seberang sana seakan – akan hanya beberapa lompatan dari puncak Arjuno, begitu pula dengan Gunung Ringgit, dan jauh kebawah sana rumah tampak seperti titik – titik tak beraturan, dan tampak pula camp kami di sebuah lembah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang sangat hijau, lembah Kijang. Kami terus menikmati kebesaran ciptaan Allah dari puncak satu ke puncak lainnya, di puncak kedua saya sempat tertegun ketika menyaksikan sebuah symbolic berupa makam, rupanya ada empat orang yang telah meninggal dan konon mayat – mayat mereka tidak di temukan lagi maka dibuatkan simbol berupa pemakaman guna mengenang mereka. Dan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi saya pribadi karena kematian bisa menjemput di mana saja kita &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berada di puncak gunung, dilembah atau dilautan yang dalam dan dengan cara apapun sesuai apa yang di kehendakiNya. Oleh sebab itu kita selalu berdo’a semoga Allah menjeput nyawa kita saat diatas kebenaranNya, disaat kita berjuang menegakkan kalimatNya. Wallahu’alam bishowab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya tibalah kami di puncak yang terakhir, puncak ini berupa batu – batuan keras yang lumayan besar – besar, dari sini kita bisa melihat puncak semeru di kejauhan sana, di sisinya sebuah jurang yang sangat curam dan sangat dalam, kami banyak berfoto – foto disini, tapi sayangnya hari itu cuaca berawan sehingga menghalangi sunrise yang biasanya nongol dipagi hari. Dan akhirnya kabutpun turun dan kami bergegas untuk segera meninggalkan puncak karena di khawatirkan kabu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;t bisa menutupi pandangan kami, sehingga akan memnyulitkan perjalanan .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sinar mentari pagi yang kami tunggu untuk menurunkan suhu dingin puncak Arjuno enggan menyapa ki&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkeNHcez3I/AAAAAAAAABI/hzu8RL8DGpU/s1600-h/SDC10531.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkeNHcez3I/AAAAAAAAABI/hzu8RL8DGpU/s320/SDC10531.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294296047636369266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ta, karena hamparan awan berkesan menyelimuti kedatangannya, maka dengan kulit yang terasa beku dan mulut yang berasap kami mulai turun menyusri lereng – lereng yang curam. Dalam perjalanan turun ini tidak seberat waktu perjalanan naik, tapi kita harus ekstra hati – hati karena sekali kita tergelincir maka mulut jurang siap menelan kita. Kami sempat tersesat karena begitu banyak jalan setapak yang menyesatkan hingga akhirnya kita masuk ke jalur welirang, tapi akhirnya kita cepat menyadari ketersesatan kita dean kembali menemukan jalur ke camp.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjalanan ke kamp sudah dekat ketika matahari datang dengan riangnya menyinari kami yang terus berebut nyari strawbery hutan, banyak dan semakin banyak strawbery itu memenuhi perut saya sampai – sampai saya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;malu jikalau ada kera yang datang, karena konon itu makanan kera atau burung. Akhirnya nyampe juga dikamp tampaknya tenda – tenda sudah di lipat oleh teman – teman yang tidak ikut naik ke puncak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah selesai makan, kami mulai turun bersama semua rombongan lengkap yang tadinya tidak ikut naik kepuncak. Perjalanan sangat panjang dan jauh menanti di depan tapi inilah tantangan bagi sang pendaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya kami tiba di pos pertama kami mendaki, luar biasa penat dan rasa capek, dan saya termasuk kloter yang paling akhir datang dalam rombongan. Akhirnya setelah sejenak beristirahat dan mengatur rombongan, perlahan mobil mengantar kami ke&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXka_fe7iqI/AAAAAAAAABA/HP8Me8XVy14/s1600-h/IMG_2579.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXka_fe7iqI/AAAAAAAAABA/HP8Me8XVy14/s320/IMG_2579.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294292515036039842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tempat masing – masing. Alhamdulillah perjalanan yang menantang dan mengesankan, tapi ada makna yang lebih besar dari semua itu yang kami rasakan, just God knows it…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/search?updated-max=2009-01-23T09%3A25%3A00%2B07%3A00&amp;amp;max-results=1"&gt; foto - foto di Arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html"&gt;puncak penanggungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-508817214329097657?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/508817214329097657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=508817214329097657&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/508817214329097657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/508817214329097657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkYeUwqSTI/AAAAAAAAAAo/0yws-hboRu8/s72-c/SDC10590.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-7403497324380294804</id><published>2009-01-23T09:25:00.010+07:00</published><updated>2009-02-05T11:10:37.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puncak Penanggungan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Penanggungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus 2008 saya melakukan pendakian bersama beberapa teman ke gunung Penanggungan, ini adalah pengalaman pertama saya untuk mendaki gunung.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqy0XlJLoI/AAAAAAAAAC4/Xm3SkcAq5lE/s1600-h/Untitled-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqy0XlJLoI/AAAAAAAAAC4/Xm3SkcAq5lE/s320/Untitled-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294740924680187522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kami berangkat dari Surabaya sekitar pukul 9 malam dan nyampek di lokasi pendakian sekitar pukul 11 malam. Perjalanan ke lokasi pendakian kami tempuh dengan naik motor, setelah kami tiba di lokasi pendakian kami langsung bersiap – siap untuk mendaki, setelah kami selesai menyiapkan semua peralatan perang, kami menitipikan motor pada tukang parkir yang sepertinya memang di persiapkan untuk menjaga kendaraan para pendaki yang malam itu adalah malam tanggal tujuh belas Agustus di mana orang – orang Indonesia kebanyakan ikut merayakan hari kemerdekaan Indonesia padahal menurut saya pribadi kita belum merdeka kita masih terjajah. Sebenarnya kami mendaki pada hari itu bukan ikut merayakan hari kemerdekaan, tapi kebetulan jadwal kami tepat pada hari yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam sangat cerah bintang bertaburan di angkasa sana, saya mulai melangkahkan kakiku setapak demi setapak mengikuti teman – teman  untuk menuju puncak penanggungan, perjalanan awal saya lihat dikiri kanan jalan berupa kebun – kebun penduduk yang banyak di tanami cabe ataupun pisang, jalan yang kami susuri masih berupa jalan batu ( makadam&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq11TSjDcI/AAAAAAAAADI/gJDNxCEiVpQ/s1600-h/Untitled-9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 329px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq11TSjDcI/AAAAAAAAADI/gJDNxCEiVpQ/s320/Untitled-9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294744239243201986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ) yang kendaraan masih bisa melewatinya. Akhirya saya rasakan jalan mulai menanjak dan terus menanjak tapi kulihat masih banyak kebun disana – sini, sekarang jalannya Cuma setapak dan terkesan bekas jalan air di waktu musim hujan, ternyata penanggungan mempunyai track yang sangat menanjak karena penaggungan adalah gunung yang tidak aktif dan berbentuk Strato ( kerucut ).&lt;br /&gt;Gunung Penanggungan mempunyai ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut ( DPL ) atau 5.423 kaki terletak di pulau Jawa bagian timur tepatnya di daerah pandaan&lt;br /&gt;Track penanggungan termasuk pendek tapi terhitung sulit dan melelahkan karena sejak kita memasuki track pertama kita di suguhi track yang terjal dan menanjak, dan sangat di butuhkan fisik ekstra. Malam itu yang mendaki penaggungan sangat banyak, rupanya banyak anak – anak muda yang memanfaatkan moment yang mereka anggap penting itu yaiu hari kemerdekaan negara yang banyak &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqyiCMJBeI/AAAAAAAAACw/srW2LTjX3Gs/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqyiCMJBeI/AAAAAAAAACw/srW2LTjX3Gs/s320/Untitled-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294740609700529634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menghasilkan koruptor ini. Termasuk para cewek – cewek yang berjiwa petualang juga banyak yang mendaki, tapi saya sempat melihat seorang cewek yang menangis tersedu – sedu sendirian, saya cuma berpikir mungkin ketinggalan temannya atau dia merasakan kecapekan yang luar biasa, biarkan saja malam yang dingin mengusap air matanya, dia mendaki kan sudah tahu konsekwensinya.&lt;br /&gt;Sekitar pukul tiga pagi kami sudah nyampe di puncak Bayangan dimana daerah ini berupa daerah terbuka dan berupa rerumputan yang lebat dan tinggi, disini terlihat banyak  orang sedang istirahat dan banyak yang mendirikan tenda untuk melanjutkan perjalan pada pagi harinya, dari tempat ini puncak Penaggungan terlihat remang – remang seperti bayangan, mungkin ini maksud para pendaki menamainya dengan puncak bayangan, suasana begitu indah jauh di bawah sana jutaan lampu terlihat berkelap – kelip terbias oleh angin, kami terus melanjutkan perjalanan tanpa berhenti udara berhembus sangat kencang dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Track setelah pencak bayangan terkesan cukup berat dan ekstrem karena selain jalan yang menanjak dengan sudut kemiringan kurang lebih 800 medan berupa batu – b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq2DTHXqHI/AAAAAAAAADQ/JyklugfdEf4/s1600-h/Untitled-6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 262px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq2DTHXqHI/AAAAAAAAADQ/JyklugfdEf4/s320/Untitled-6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294744479714486386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;atu yang terjal dan banyak posisi batu yang tidak stabil yang sewaktu – waktu terrgoyang sedikit akan meluncur kebawah, di lokasi ini terdapat goa yang ukuranya tidak terlalu besar, nampaknya goa ini biasa di gunakan para pendaki untuk sekedar melepas lelah sejenak sebelum sampai puncak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udara semakin kencang dan dingin menampar wajahku, dan Alhamdulillah menjelang subuh kami sudah berada di puncak. Setelah mencari tempat untuk menaruh barang – barang bawaan kami, kami sholat subuh berjama’ah tepat di puncak penanggungan. Suasana masih terlihat gelap, gunung penanggungan seperti berdiri tegak di tengah lautan lampu yang tampak berkedip – kedip.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan kegelapan mulai tersingkap oleh menyingsingnya sang fajar, pemandangan dari puncak sangatah indah,  di seberang sana terlihat gugusan gunung Welirang dan Arjuno yang tampak kebiru – biruan di selimuti udara pagi. Perlahan dari arah timur munculah san&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqzLXKSedI/AAAAAAAAADA/imXt3-xGM-k/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 295px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqzLXKSedI/AAAAAAAAADA/imXt3-xGM-k/s320/Untitled-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294741319704541650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g bagaskara yang hendak menyinari bumi, sinarnya tampak semburat merah kekuning – kuningan, sunrise. Terlihat semua para pendaki berjajar membentuk seperti pagar pada sebuah labirin menyaksikan munculnya sang mentari pagi yang akan menunaikan tugasnya. Setelah sarapan dengan berbagai perbekalan makanan yang kami bawa, akhirnya kami turun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diiringi dengan buaian hangat sinar matahari saya bersama teman – teman mulai menapaki jalan terjal yang menurun, dan perjalanan turun lumayan cukup cepat kira – kira tiga jam kami sudah nyapek pos pertama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…hari ini aku telah menjejakkan kakiku di atas Penanggungan… &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-penaggungan.html"&gt;puncak-arjuno&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-7403497324380294804?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/7403497324380294804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=7403497324380294804&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/7403497324380294804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/7403497324380294804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/puncak-arjuno.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqy0XlJLoI/AAAAAAAAAC4/Xm3SkcAq5lE/s72-c/Untitled-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-3021495963171326044</id><published>2009-01-23T09:16:00.007+07:00</published><updated>2009-04-15T07:11:21.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poto_poto'/><title type='text'>foto - foto arjuno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq4mF_Hy0I/AAAAAAAAADY/XhMVfcJcNyA/s1600-h/IMG_2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq4mF_Hy0I/AAAAAAAAADY/XhMVfcJcNyA/s320/IMG_2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294747276508908354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqqu4RMcUI/AAAAAAAAACY/kb9cWps-Xj4/s1600-h/IMG_2563.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqqu4RMcUI/AAAAAAAAACY/kb9cWps-Xj4/s320/IMG_2563.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294732034282647874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqpPhfwmHI/AAAAAAAAACQ/-ZtjvHdXOuo/s1600-h/IMG_2493.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqpPhfwmHI/AAAAAAAAACQ/-ZtjvHdXOuo/s320/IMG_2493.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294730396082149490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqoQR_CLGI/AAAAAAAAAB4/fptSJL47Kmc/s1600-h/IMG_2545.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqoQR_CLGI/AAAAAAAAAB4/fptSJL47Kmc/s320/IMG_2545.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294729309586599010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkpKlkCuiI/AAAAAAAAABg/VrX906WgIG0/s1600-h/eqar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXkpKlkCuiI/AAAAAAAAABg/VrX906WgIG0/s320/eqar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294308098809444898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqrUZVHH_I/AAAAAAAAACg/A9HSdi9I4js/s1600-h/IMG_2553.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqrUZVHH_I/AAAAAAAAACg/A9HSdi9I4js/s320/IMG_2553.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294732678812606450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqo9T14exI/AAAAAAAAACI/l_A6fzv6hrk/s1600-h/IMG_2558.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqo9T14exI/AAAAAAAAACI/l_A6fzv6hrk/s320/IMG_2558.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294730083179199250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq6AIEqehI/AAAAAAAAADo/gaNDHhX9H7g/s1600-h/SDC10489.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq6AIEqehI/AAAAAAAAADo/gaNDHhX9H7g/s320/SDC10489.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294748823257250322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqsJ9dmfII/AAAAAAAAACo/2rHsmQZSkHY/s1600-h/SDC10488.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqsJ9dmfII/AAAAAAAAACo/2rHsmQZSkHY/s320/SDC10488.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294733599044959362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqop1z6KkI/AAAAAAAAACA/dIJVRaqjqLA/s1600-h/IMG_2478.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXqop1z6KkI/AAAAAAAAACA/dIJVRaqjqLA/s320/IMG_2478.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294729748700342850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-3021495963171326044?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/3021495963171326044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=3021495963171326044&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/3021495963171326044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/3021495963171326044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='foto - foto arjuno'/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SXq4mF_Hy0I/AAAAAAAAADY/XhMVfcJcNyA/s72-c/IMG_2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-1111101080984807783</id><published>2009-01-15T05:37:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T21:40:56.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poto_poto'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUozJTFtKI/AAAAAAAAALw/EJgJRZJwdbU/s1600-h/DSC02131.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUozJTFtKI/AAAAAAAAALw/EJgJRZJwdbU/s320/DSC02131.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324706993569903778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUh3NK0eBI/AAAAAAAAALY/PDt23sPvqjc/s1600-h/DSC02073.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUh3NK0eBI/AAAAAAAAALY/PDt23sPvqjc/s320/DSC02073.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324699366747043858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUlR6dXTrI/AAAAAAAAALg/y-5VCqYNJi8/s1600-h/DSC02150.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUlR6dXTrI/AAAAAAAAALg/y-5VCqYNJi8/s320/DSC02150.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324703124115902130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUnjHuB-JI/AAAAAAAAALo/TIGKOrC9Uxc/s1600-h/DSC02090.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUnjHuB-JI/AAAAAAAAALo/TIGKOrC9Uxc/s320/DSC02090.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324705618756499602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIWUWTPI/AAAAAAAAALA/BuwqvWR1bo4/s1600-h/DSC02080.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIWUWTPI/AAAAAAAAALA/BuwqvWR1bo4/s320/DSC02080.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324684268097916146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIJ7g8TI/AAAAAAAAAK4/3m0o39acOVA/s1600-h/DSC02094.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIJ7g8TI/AAAAAAAAAK4/3m0o39acOVA/s320/DSC02094.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324684264772530482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUH3NF0bI/AAAAAAAAAKw/KCQ1DCbh4-0/s1600-h/DSC02087.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUH3NF0bI/AAAAAAAAAKw/KCQ1DCbh4-0/s320/DSC02087.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324684259745976754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUHqORc0I/AAAAAAAAAKo/m0QQCGrR_wk/s1600-h/DSC02068.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUHqORc0I/AAAAAAAAAKo/m0QQCGrR_wk/s320/DSC02068.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324684256261272386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUgwK1ZDJI/AAAAAAAAALQ/4y6xQu-GRFU/s1600-h/DSC02091.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUgwK1ZDJI/AAAAAAAAALQ/4y6xQu-GRFU/s320/DSC02091.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324698146349583506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIf6E7wI/AAAAAAAAALI/hJ2Oev1cJaA/s1600-h/DSC02097.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUUIf6E7wI/AAAAAAAAALI/hJ2Oev1cJaA/s320/DSC02097.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324684270672080642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-1111101080984807783?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/1111101080984807783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=1111101080984807783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1111101080984807783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/1111101080984807783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/04/blog-post.html' title=''/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SeUozJTFtKI/AAAAAAAAALw/EJgJRZJwdbU/s72-c/DSC02131.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4276454139342918000.post-104024839883080741</id><published>2009-01-02T09:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T21:38:06.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poto_poto'/><title type='text'>welirang '010109</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqyvm6nUgI/AAAAAAAAAHo/a9UwZbzmjDE/s1600-h/AK000256.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqyvm6nUgI/AAAAAAAAAHo/a9UwZbzmjDE/s320/AK000256.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299244442524799490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqxBsVHlMI/AAAAAAAAAHQ/k1Eg-Y9pdr4/s1600-h/AK000266.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqxBsVHlMI/AAAAAAAAAHQ/k1Eg-Y9pdr4/s320/AK000266.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299242554192532674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjm5o5QSUI/AAAAAAAAAFw/5rnno4svL08/s1600-h/Foto%28149%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjm5o5QSUI/AAAAAAAAAFw/5rnno4svL08/s320/Foto%28149%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298738839505881410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjmqDNnO-I/AAAAAAAAAFo/nhX24bEqpls/s1600-h/Foto%28156%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjmqDNnO-I/AAAAAAAAAFo/nhX24bEqpls/s320/Foto%28156%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298738571692686306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjmYGozmVI/AAAAAAAAAFg/KXZeM1MRs7E/s1600-h/Foto%28150%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjmYGozmVI/AAAAAAAAAFg/KXZeM1MRs7E/s320/Foto%28150%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298738263374403922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnseKQAkI/AAAAAAAAAGQ/rq6u8yuqGkI/s1600-h/Foto%28159%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnseKQAkI/AAAAAAAAAGQ/rq6u8yuqGkI/s320/Foto%28159%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298739712797704770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjl3ykev3I/AAAAAAAAAFQ/LVbBJl5TFsg/s1600-h/Foto%28141%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjl3ykev3I/AAAAAAAAAFQ/LVbBJl5TFsg/s320/Foto%28141%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298737708231737202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYZbLzzSz0I/AAAAAAAAAE4/EbtgOXQb80c/s1600-h/Foto%28146%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYZbLzzSz0I/AAAAAAAAAE4/EbtgOXQb80c/s320/Foto%28146%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298022270090006338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnUG_Y7uI/AAAAAAAAAGA/glQsTodXhOI/s1600-h/Foto%28157%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnUG_Y7uI/AAAAAAAAAGA/glQsTodXhOI/s320/Foto%28157%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298739294261276386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqzSJMlAJI/AAAAAAAAAHw/N02ITmfkaSI/s1600-h/AK000275.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqzSJMlAJI/AAAAAAAAAHw/N02ITmfkaSI/s320/AK000275.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299245035842502802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqx_kc0wKI/AAAAAAAAAHg/g1Nzmv4fCl8/s1600-h/AK000262.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqx_kc0wKI/AAAAAAAAAHg/g1Nzmv4fCl8/s320/AK000262.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299243617229258914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjlqNoMOQI/AAAAAAAAAFI/nSTn3ITQSGU/s1600-h/Foto%28143%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjlqNoMOQI/AAAAAAAAAFI/nSTn3ITQSGU/s320/Foto%28143%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298737474976889090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnH6wd3NI/AAAAAAAAAF4/itiDf7-LiD4/s1600-h/Foto%28154%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjnH6wd3NI/AAAAAAAAAF4/itiDf7-LiD4/s320/Foto%28154%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298739084819029202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjlFkZ1ZBI/AAAAAAAAAFA/oIBcBxwD7uM/s1600-h/Foto%28142%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYjlFkZ1ZBI/AAAAAAAAAFA/oIBcBxwD7uM/s320/Foto%28142%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298736845435528210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4276454139342918000-104024839883080741?l=senjasenyap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senjasenyap.blogspot.com/feeds/104024839883080741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4276454139342918000&amp;postID=104024839883080741&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/104024839883080741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4276454139342918000/posts/default/104024839883080741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senjasenyap.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title='welirang &apos;010109'/><author><name>green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01514186031482846825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/StcXwDkXLZI/AAAAAAAAANI/UhvzFEHPRfs/S220/profil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3yDWmGhICVE/SYqyvm6nUgI/AAAAAAAAAHo/a9UwZbzmjDE/s72-c/AK000256.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
